NTB
Mengenal Alimudin, Pemilik Pantai Ai Lemak Sumbawa
Penulis: Galan Rezki Waskita | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Pantai Ai Lemak sudah menjadi wahana hiburan yang cukup indah bagi masyarakat Sumbawa.
Namun tidak lengkap rasanya jika tidak mengenal sosok dibalik pengelolaan pantai ini.
Alimudin adalah orang yang dimaksud.
Pria 57 tahun ini telah bercita-cita membangun Pantai Ai Lemak sejak tahun 90-an awal.
Baca juga: Lahan Jagung Bikin Keruh Pantai Ai Lemak Sumbawa, Picu Banjir di Musim Hujan
Dahulu, ia bekerja di bidang konservasi alam khususnya lingkungan pariwisata.
Ia juga sempat menjadi bagian dari Polisi Hutan di Pulau Moyo.
Pada tahun 1992/1993, ia melayani wisatawan mancanegara untuk dibawa dari hotel di Sumbawa ke Pulau Moyo.
Di perjalanan laut, ia kerap mengistirahatkan kapal di wilayah Ai Lemak.
Baca juga: Rute ke Pantai Ai Lemak Sumbawa, Destinasi Wisata Dekat Sirkuit MXGP Samota
Dari situ, ia melihat banyak touris terkagum dengan wilayah Ai Lemak.
Pasirnya cukup disukai untuk berbaring. Suasana malam dan pemandangan lainnya juga sangat digemari.
"Setelah saya lihat-lihat, tempat ini tidak kalah indah dengan tempat wisata yang lain," kata Alimudin pada Tribunlombok.com, Sabtu (20/3/2022).
Akhirnya sekitar tahun yang sama, ia membeli tanah di lokasi tersebut.
Wisata Ai Lemak diniatkan sebagai wisata edukasi dan kesehatan.
Ia berniat untuk terus menjaga hutan dan kelestarian flora dan fauna-nya sebagai objek yang bisa dipelajari.
Pasalnya selama ia bekerja di konservasi hutan, banyak dijumpai praktik ilegaloging.
Bahkan, Ia dan atasannya pernah mengalami pengancaman oleh para pelaku.
Baca juga: Remy Gardner Surfing di Pantai Gerupuk Sebelum Tutun Balapan di Sirkuit Mandalika
Ada juga rekan kerjanya yang sempat mendapatkan kekerasan.
Selain itu, Alimudin mengaku pernah hampir di tembak dengan pistol dari jarak 15 meter.
Kejadian tersebut terjadi Sebotok, Pulau Moyo.
Untuk itulah ia bersikeras merawat lahan 20-an hektar itu sebagai kawasan P4K2 ( Peternakan, Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Kelautan dan Kehutanan).
Sekitar dua tahun belakangan, ia meminta pensiun dini dari pekerjaannya yang dulu untuk fokus ke Ai Lemak.
Alimuddin juga sudah jarang berada di rumahnya yang ada di wilayah Kota Kabupaten Sumbawa.
Ia memilih membangun rumah di Ai Lemak dan banyak menghabiskan waktu di situ.
Namun ia juga mengungkapkan, Ali Lemak sempat mengalami krisis pengunjung.
Baca juga: Liburan Akhir Pekan di Lombok Utara, Ada Pantai Klui dengan Laut 3 Warna
Beberapa alasannya antara lain karena perang Irak, Bom Bali, dan Kasus SARA di Lombok.
Kejadian itu berdampak menurunnya kedatangan touris.
Sementara pengunjung yang paling dominan datang saat itu adalah wisatawan asing.
Namun saat ini kondisi sudah membaik, meski belum cukup ramai karena musim penghujan.
Sekarang Alimudin tengah mempersiapkan diri mengadakan tema Camping Ground untuk tamu MXGP Sumbawa.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pemilik-sekaligus-pengelola-pantai-ai-lemak-alimudin-s-sos.jpg)