Konten Artis Pamer Harta Menjamur, Psikolog Ratih Ibrahim: 'Itu Menunjukkan Bahwa Dia Tak Empati'

Aksi figur publik mempertontonkan harta mereka dinilai minim empati di tengah himpitan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Editor: Irsan Yamananda
Wartakota
Psikolog Ratih Ibrahim saat bersama Chica Koeswoyo 

TRIBUNLOMBOK.COM - Beberapa waktu terakhir, konten artis pamer harta semakin menjamur.

Seakan-akan konten serupa tidak ada habisnya.

Terlebih, tak sedikit artis yang mulai berpindah ke YouTube.

Pasalnya, mereka bisa mendistribusikan kontennya secara lebih leluasa di platform tersebut.

Sejumlah artis terlihat melakukan kreasi konten pamer harta.

Entah itu pamer mobil mewah, rumah, perhiasan, hingga tas-tas edisi terbatas.

Baca juga: Kerap Pamer Naik Mobil Hingga Helikopter, Polisi & Istri di Banjarmasin Rupanya Bandar Arisan Bodong

Baca juga: Dulu Pamer Punya Gedung Rp50 M, Indra Kenz Kini Dimiskinkan, 4 Rekening Si Crazy Rich Medan Diblokir

Lantas, apakah konten demikian memiliki manfaat bagi masyarakat selaku penonton?

Mengenai hal ini, psikolog Ratih Ibrahim angkat bicara.

Ia  mengatakan bahwa ada dua alasan mengapa sebagian figur publik akhirnya tergiur dengan konten pamer harta.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved