Cerita Jenderal Dudung Mengorek Isi Kantong Pak Tani di Lombok Tengah, Ternyata Ini Isinya

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan kunjungan ke Lombok dan menghadiri sejumlah agenda kunjungan kerja.

Penulis: Laelatunni'am | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/Laelatunni'am
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan bantuan kepada petani di Lombok Tengah, Selasa, 22 Febaruari 2022. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman atau Jendral Dudung menggunakan topi sawah ketika penanaman mangrove di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Selasa 22 Februari 2022.

Jendral Dudung melepas topi tentaranya dan menggantinya dengan topi sawah yang sudah disediakan di tempat kegiatan.

Topi ini berbentuk kerucut, terbuat dari anyaman bambu.

Biasanya digunakan oleh para petani ketika pergi ke sawah atau ladang.

Menariknya, Jendral Dudung dengan tampilannya menngunakan topi sawah tersebut disambut tepuk tangan warga yang hadir dalam penanaman mangrove.

Tidak hanya topi sawah, KSAD juga mengganti sepatunya dengan boot berwarna hijau.

Baca juga: Tanggapan KSAD Jenderal Dudung Usai Diberi Gelar Kesatria Bermental Sakti oleh Majelis Adat Sasak

Baca juga: KSAD Dudung Abdurachman Minta Maaf kepada Keluarga Korban Tabrakan di Jalur Nagreg

Alasannya karena KSAD akan turun langsung ke rawa untuk menanam bersama TNI-AD dan warga yang sudah antusias menunggu kedatangannya menanam mangrove bersama.

Istri Jendral Dudung juga ikut serta turun ke rawa untuk menaman mangrove tentu degan menggunakan topi dan boot juga.

Setelah acara penanaman mangrove selesai, kegiatan dilanjutkan dengan dengan pembagian sembako kepada warga yang hadir ke acara tersebut.

Pembagian sembako ini menarik perhatian warga, pasalnya Jendral mengajak warga berbincang dan bercanda.

Saat memberikan bantuan Sembako, mata Jenderal Dudung tertarik pada kantong salah seorang petani yang menerima bantuan.

"Apa itu pak?" tanya Jenderal Dudung pada si petani, sembari melihat kantong saku baju.

Ternyata yang ada di kantong Bapak tersebut adalah tembakau dan daun jagung yang digunakan untuk merokok.

Sang petani yang tidak lancar bahasa Indonesia ini berusaha menjelaskan ke sang Jenderal.

"Ini tembakau yang bisa dibuat rokok sendiri dengan cara 'diposot' (digulung) sehingga jadi rokok," katanya.

Mendengar penjelasan sang petani, Jenderal Dudung pun tersenyum sambil menepuk dan menyalami si petani. Lalu melanjutkan pembagian Sembako.

Sang jenderal nampak tertarik tetapi tidak sampai mencobanya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved