NTB
Berikut Cara Mengetahui Gejala Gangguan Bipolar serta Penyebabnya
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Setyowati Indah Sugianto
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang bersifat episodik dapat dialami oleh seseorang.
Perlu ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim antara senang dan sedih.
Seorang penyandang bipolar bisa merasa sangat bahagia tetapi, di saat lain bisa berubah menjadi sangat sedih, putus asa, bahkan sampai bunuh diri.
Dilansir oleh ners.unair.ac.id Kata bipolar itu berasal dari bi (dua) dan polar (kutub) yang berarti memiliki dua kutub yang berlainan, yaitu kutub manik dan kutub depresi.
Gangguan bipolar atau bipolar disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis.
Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan sangat senang dan sedang berada posisi sangat terpuruk.
Namun, pada penderita gangguan bipolar juga dapat mengalami munculnya gejala mania dan depresif secara bersamaan.
Misalnya, merasa sangat bersemangat serta sangat sedih atau terpuruk disaat waktu bersamaan.
Baca juga: 7 Tips yang Dapat Membantu Meminimalkan Pori-pori Kulit
Berikut hasil pantauan TribunLombok.com terkait gangguan bipolar, terbagi menjadi dua bagian yakni gejala mania serta gejala depresi.
Ciri-ciri gejala mania
- Merasa sangat bahagia atau senang.
- Detak jantung tidak normal, perasaan gelisah atau aneh.
- Punya khayalan yang tak biasa.
- Biasanya, sering membuat keputusan buruk.
- Berbicara sangat cepat, sering, dan tidak seperti keadaan normal.
- Merasa sangat bersemangat.
- Muncul rasa percaya diri yang berlebihan.
- Keinginan untuk tidur menurun.
- Tidak nafsu makan.
- Mudah terganggu dan tersinggung.
Ciri-ciri gejala depresi
- Merasa sangat sedih, hampa dan putus asa.
- Lemas dan kurang energi.
- Penurunan berat badan yang signifikan
- Sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
- Hilang keinginan untuk beraktivitas.
- Merasa kesepian dan tidak berguna.
- Merasa bersalah.
- Pesimis terhadap segala hal.
Baca juga: Tips Perawatan Kulit untuk Calon Pengantin Wanita
Baca juga: Tips Merawat Bayi yang Sedang Batuk dan Pilek, Jangan Mencoba Obat Tanpa Saran Dokter
- Tidak nafsu makan.
- Gangguan dalam tidur seperti sulit tidur atau bangun terlalu dini.
- Delusi atau waham.
- Muncul keinginan untuk bunuh diri.
Penyebab gangguan bipolar ini adanya ketidakseimbangan pada neurotransmitter bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, genetik, fisik, dan sosial.
Gejala pada penyakit tersebut biasanya muncul saat penderita mengalami peristiwa traumatis. Seperti keluarga atau orang terdekat meninggal, putus dalam berhubungan, ataupun karena mengalami kekerasan fisik atau mental.
Selain itu, faktor lain yang dapat memicu munculnya gejala gangguan ini ialah penyakit fisik, gangguan tidur, memiliki masalah keseharian, kecanduan alkohol atau menyalahgunakan NAPZA.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ilustrasi-bipolar-666.jpg)