NTB

Wisata Antimainstream, Nikmati Pesona Under Water Pantai Kolo Kota Bima

TribunLombok.com/Buana Eka Putra
Satu di antara jenis karang yang tumbuh subur di laut Pantai Kolo, Kota Bima 

Laporan Wartawan TribunLombok.com Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Berwisata dan berlibur ke pantai itu sudah biasa.

Namun, ada pilihan berwisata antimainstream di Kota Bima, yakni menikmati pemandangan bawah laut di Pantai Kolo Kota Bima.

Untuk menikmati keindahan bawah laut Pantai Kolo tidak sulit.

Spot yang mudah dijangkau, peralatan pun disiapkan.

Baca juga: Berkeliling di Desa Sukarara, Melihat Motif dan Harga Kain Songket Khas Lombok

TribunLombok.com menemui sebuah komunitas, pada Rabu (26/1/2022).

Komunitas Bima Dive, yang eksis mengembangkan wisata under water.

Founder Bima Dive, Buana Eka Putra SSTPAR mengatakan wisata under water terhitung baru dikembangkan.

Blue Fish, satu dari sekian banyak ikan cantik yang terlihat di bawah laut Pantai Kolo
Blue Fish, satu dari sekian banyak ikan cantik yang terlihat di bawah laut Pantai Kolo (TribunLombok.com/Buana Eka Putra)

Pasalnya, menyelam bukanlah kegiatan yang banyak dikerjakan orang.

Namun, potensi bawah laut di laut-laut Kota Bima sangat menjanjikan, terutama, yang ada di Pantai Kolo.

Baca juga: Kisah Jagung Bakar yang Melegenda di Batu Layar

Lautnya kata pria yang akrab disapa Buana ini, dipenuhi dengan karang dan ikan yang cantik.

Seperti Penyu, Schooling Fish, Frog Fish, ikan badut yang dikenal dengan nama Nimo dan masih banyak jenis lainnya.

Sedangkan untuk jenis karangnya, hampir semuanya ada di Pantai Kolo. Diantaranya, Blue Coral dan Sea Fan.

"Makin ke dalam, makin banyak yang bisa dinikmati, " ungkap Buana.

Ia juga memastikan, bagi pengunjung yang belum bisa menyelam, akan dilatih terlebih dahulu.

Target utamanya aku Buana, pesona wisata bawah laut di Kota Bima diketahui banyak orang.

"Efek dominonya, bukan hanya untuk pariwisata. Tapi juga kesadaran masyarakat, menjaga lingkungan laut, " beber pria kelahiran Jakarta ini.

Saat ini, Buana bersama komunitas Bima Dive sedang menjajal spot-spot menyelam lainnya.

"Kota Bima dianugerahi gunung dan laut dan itu harus dikembangkan," pungkasnya.

Akses jalan menuju pantai ini, sangat mudah. Bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Bahkan, sepeda pun bisa.

Jarak tempuh dari pusat kota, sekitar 20 hingga 30 menit. Sepanjang perjalanan, akan disuguhi pemandangan birunya laut teluk Kota Bima.

Usai menyelam dan lapar, di tempat yang sama juga ada kuliner sea food yang dijajakan warga lokal.

Hasil lautnya masih segar, karena langsung diambil dari nelayan yang baru pulang melaut.

(*)