Breaking News:

Modus TPPO PMI Korban Kapal Karam di Malaysia, Tarik Tarif Pemberangkatan, Bikin KTP Malaysia

Perekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kapal karam di Malaysia, Muliadi alias Long memasang tarif pemberangkatan secara ilegal.

DOK. DITRESKRIMUM POLDA NTB
Anggota Ditreskrimum Polda NTB bersama Polda Kepri menggiring Muliadi alias Long, Selasa, 4 Januari 2022 saat hendak diterbangkan ke Batam, Kepri untuk penanganan kasus TPPO PMI korban kapal karam di Malaysia. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Wahyu Widiyantoro

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Perekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kapal karam di Malaysia, Muliadi alias Long memasang tarif pemberangkatan secara ilegal.

Tarif ini ditarik dari para PMI yang berasal dari NTB sebagai modus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

PMI asal NTB ini menjadi korban kapal karam di Perairan Tanjung Balau, Johor, Bahru, Malaysia, pada Rabu, 15 Desember 2022 lalu.

Sebanyak 14 orang PMI asal NTB menjadi korban meninggal dunia.

Yang ini dipakai Muliadi untuk modal mengurus pemberangkatan para korban.

Baca juga: Cerita PMI Korban Kapal Karam di Malaysia, Nekat Lewat Jalur Tikus Meski Dilarang Keluarga

Modus ini dipakai sebagai iming-iming agar korban dapat segera diberangkatkan.

Walaupun itu diketahui melalui jalur ilegal.

JENAZAH PEKERJA MIGRAN: Petugas memasukkan jenazah PMI korban kapal karam ke ambulans, di terminal kargo Bandara Internasional Lombok, Rabu 5 Januari 2022.
JENAZAH PEKERJA MIGRAN: Petugas memasukkan jenazah PMI korban kapal karam ke ambulans, di terminal kargo Bandara Internasional Lombok, Rabu 5 Januari 2022. (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan, Muliadi alias Long membuka tarif untuk satu kali biaya pemberangkatan.

“Untuk satu orang (PMI) itu Rp 6 juta sampai Rp 10 juta,” bebernya, Rabu, 5 Januari 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved