Breaking News:

Penjual Bawang Asal Bima Tewas Tidak Wajar di Rumahnya

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh Fahrun, adik kandungnya, sekitar pukul 16.00 Wita.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Salma Fenty
Dok. Polda NTB
TEWAS: Tim Inavis Polres Bima melakukan oleh TKP di lokasi korban bunuh diri, Rabu (24/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA – Pria berinisial AL (23), warga Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima ditemukan tewas tidak wajar di rumahnya, Rabu (24/11/2021).

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh Fahrun, adik kandungnya, sekitar pukul 16.00 Wita.

Korban benar-benar sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di ruang dapur rumahnya.

Baca juga: Baru 2 Minggu Menikah, Suami Habisi Nyawa Istri Lalu Bunuh Diri, Silet dan Ponsel jadi Barang Bukti

Baca juga: Aksi Pelajar STM Bunuh Diri Terekam, Sedang Video Call Kekasih Ancam Akhiri Hidup jika Diputus

Kasi Humas Polres Bima Iptu Adib Widayaka menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, sekitar pukul 15.00 Wita, korban sempat meminta izin kepada istrinya hendak menjual bawang.

Namun tidak diizinkan istrinya, lalu almarhum naik ke atas rumah dan menutup pintu mengurung diri. Dia juga menutup pintu depan rumah dan mengunci dari dalam.

Karena sejam  almarhum mengurung diri di atas rumahnya, adiknya datang  menanyakan AL kepada istrinya lalu dijawab istrinya AL ada diatas rumah.

”Kemudian Fahrun pun naik ke atas rumah melalui jendela dan menemukan almarhum sudah tidak bernyawa,” jelasnya.

Sementara itu Muhammad Said, Kadus Lewi, kakak kandung ibu almarhum menjelaskan, kejadian yang menimpa AL merupakan musibah dan tidak menuntut secara hukum dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Tim Inavis Polres Bima mengecek kondisi almarhum namun tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Disimpulkan bahwa almarhum benar-benar menggantung diri.

Selanjutnya pihak kepolisian Polsek Belo melakukan koordinasi lagi dengan keluarga besar almarhum.

Keluarga besarnya tidak mempermasalahkan kejadian itu dan mengganggapnya sebagai musibah.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved