Berita Lombok

Presiden Jokowi Minta Menteri BUMN Bayar Lahan Warga di Sirkuit Mandalika Secepatnya

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera menyelesaikan masalah sengketa lahan di KEK Mandalika

Dok. Idham
TEMUI PRESIDEN: Warga pemilik lahan di dalam Sirkuit Mandalika menemui Presiden Joko Widodo, usai salat jumat, Jumat (12/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera menyelesaikan masalah sengketa lahan, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Khususnya warga lingkar Sirkuit Mandalika yang belum selesai pembayaran lahannya.

"Ini masih ada 48 (KK) Insya Allah secepatnya, secepatnya!" kata Jokowi pada Menteri Erick Tohir, yang berada di sampingnya, saat menemui warga, di Masjid Nurul Bilad, Mandalika, Jumat (12/11/2021).

"Baik pak," jawab Erick Tohir.

Baca juga: Pahami 5 Syarat Nonton Superbike dan Asia Talent Cup di Sirkuit Mandalika, Wajib Vaksin Lengkap

Presiden Jokowi meminta persoalan lahan yang belum klir segera dituntaskan.

Saat warga meminta masalah mereka benar-benar diperhatikan.

Presiden Jokowi langsung menunjuk ke arah Erick yang ada di sampingnya.

"Nanti sama pak menteri," katanya.

Baca juga: Tiga Pembalap Indonesia Masuk 10 Besar, Bepeluang Curi Poin di Asia Talent Cup Mandalika Hari Ini

Di hadapan warga dan Presiden Joko Widodo, Erick Tohir mengaku akan menyelesaikan.

"Saya tanggungjawab pak," kata Erick Tohir.

Beberapa warga masih bersengketa dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengembang kawasan Mandalika.

Mereka kemudian menemui Presiden Joko Widodo, usai salat jumat di Masjid Nurul Bilad Mandalika, Jumat (12/11/2021).

Seorang warga Dusun Ebunut, Damar mengklaim, belum menerima pembayaran tanahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved