Breaking News:

Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Polisi di Medan Diamuk Massa, Kini Terancam 9 Tahun Pidana

Oknum polisi yang diamuk massa karena diduga lakukan pemerasan terancam 9 tahun penjara. Aparat temukan uang Rp 100.000 dan STNK milik korban.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews
ILUSTRASI Polisi - Oknum polisi yang diamuk massa karena diduga lakukan pemerasan terancam 9 tahun penjara. Aparat temukan uang Rp 100.000 dan STNK milik korban. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Oknum polisi kembali menjadi perhatian publik.

Kali ini, sang oknum diduga melakukan pemerasan.

Polisi yang dimaksud berinisial Bripka P.

Namanya menjadi sorotan setelah diamuk massa.

Peristiwa itu terjadi di Jalan dr Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Ia dikeroyok setelah diduga melakukan pelanggaran hukum dengan meminta uang kepada masyarakat.

Baca juga: Curi 3.000 Buku Nikah di Jambi, 4 Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara, Polisi: Untuk Nikah Siri

Baca juga: Oknum Polisi Diduga Tembak Warga, Kapolres Lombok Timur Membantah: Itu Tidak Benar!

Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus dalam konferensi pers di Medan, Sabtu (13/11/2021). Irsan menyatakan, perbuatan Bripka P telah memenuhi unsur pidana.
Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus dalam konferensi pers di Medan, Sabtu (13/11/2021). Irsan menyatakan, perbuatan Bripka P telah memenuhi unsur pidana. (KOMPAS.com/DEWANTORO)

Mengenai hal ini, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan angkat bicara.

Mereka kemudian melakukan pemeriksaan terhadap Bripka P.

Hasil gelar perkara, perbuatan Bripka P dinilai telah memenuhi unsur pidana.

Oknum polisi tersebut dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Baca juga: Oknum Pegawai RS Unram Buat PCR Palsu, Tipu 16 Orang Pelaku Perjalanan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved