Breaking News:

Tiga Skenario Penanganan Kondisi Darurat saat Balap Superbike di Mandalika

Simulasi diawali dengan evakuasi medis udara korban ke RSUD Provinsi NTB menggunakan helikopter HR-3603 yang dipiloti oleh Mayor Laut (P) Sinaga.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Salma Fenty
Dok. Kantor SAR Mataram
SIMULASI: Tim SAR gabungan melakukan simulasi penanganan kondisi darurat di KEK Mandalika, Minggu (7/11/2021).  
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH -
Menjelang balap World Superbike (WSBK) 2021,di Pertamina Mandalika International Street Circuit, simulasi penanganan kondisi darurat terus dimatangkan.

Hari ini, Minggu (7/11/2021), dilakukan gladi simulasi healthy, safety, and security protocol Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Simulasi diawali dengan evakuasi medis udara korban ke RSUD Provinsi NTB menggunakan helikopter HR-3603 yang dipiloti oleh Mayor Laut (P) Sinaga.

Selanjutnya, melaksanakan drill pada masing-masing skenario.

Baca juga: Semarak Sambut Superbike 2021, Pelajar SMA Tanam Pohon di Jalur Bypass Mandalika

Baca juga: Mandalika Obati Kerinduan Penggemar MotoGP Indonesia Setelah 25 Tahun Absen Jadi Tuan Rumah

"Simulasi ini untuk lebih meyakinkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri bahwa Mandalika sangat direkomendasikan untuk dikunjungi," kata
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Agus Haryono, didampingi Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit PH, Minggu (7/11/2021).

Simulasi tersebut juga untuk meyakinkan protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan telah diterapkan dengan sangat baik.

Terlebih, World Superbike (WSBK) 2021 seri Indonesia akan digelar di Sirkuit Mandalika.

Gelaran balapan motor internasional tersebut tentu akan menarik wisatawan.

Dia menjelaskan, ada tiga skenario yang telah dirancang oleh Basarnas.

Skenario pertama, terjadi kecelakaan bus pariwisata.

Diceritakan, bus mengalami pecah ban, oleng, menabrak trotoar, lalu menyambar beberapa pejalan kaki.

Sopir bus terjepit dashboard dan pejalan kaki mengalami luka parah tertabrak bus nahas tersebut.

Kejadian itu dilaporkan oleh masyarakat yang melihat kecelakaan tersebut ke Posko Mandalika.

Tim yang ada di posko, diantaranya dari Basarnas, Patroli Polres Lombok Tengah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, PMI, dan unsur TNI.

Mereka bergerak ke lokasi kejadian.

Tim SAR mengerahkan peralatan ekstrikasi dan mengeluarkan korban dari himpitan badan bus dengan teknik Vehicle Accident Rescue (VAR).

Karena kondisi korban yang kritis dan kondisi jalanan macet, tim SAR mengerahkan evakuasi medis udara untuk melarikan korban ke RSUP Nusa Tenggara Barat (NTB).

Skenario kedua, terkait kondisi membahayakan manusia.

Diceritakan, rombongan wisatawan tengah bermain air di tepi pantai.

Tiba-tiba, gelombang tinggi menerjang.

Beberapa wisatawan terseret arus dan berteriak minta tolong.

Pengunjung lainnya yang melihat kejadian itu melapor ke Posko Mandalika.

Tim SAR bergerak cepat dengan mengerahkan jetski dan rubber boat serta rigid inflatable boat (RIB) untuk menjangkau korban.

Upaya tim SAR berhasil. Beberapa wisatawan yang nyaris tenggelam itu berhasil diselamatkan.

Sementara skenario ketiga tentang evakuasi medis udara menggunakan HR-3603 Basarnas saat seorang pembalap kecelakaan di sirkuit lalu dibawa ke RSUD Provinsi NTB.

"Kita semua tidak pernah berharap akan ada kecelakaan, bencana, atau kondisi membahayakan manusia di Mandalika, khususnya saat balapan berlangsung," katanya.

Tapi jika hal itu terjadi, seluruh stakeholder yang ada di Mandalika siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Khususnya para wisatawan yang tengah berkunjung menonton balap.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved