Superbike 2021

Event WSBK di Mandalika Diperkirakan Serap Tenaga Kerja 8 hingga 12 Ribu Orang

Event balap motor MOTUL FIM WSBK 2021, di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok diyakini banyak menyedot tenaga kerja

TribunLombok.com/Sirtupillaili
MANDALIKA: Sejumlah pedagang menawarkan kain dagangan mereka kepada para tamu saat event internasional berlangsung di Mandalika, Minggu (17/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Event balap motor MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) 2021, di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok diyakini banyak menyedot tenaga kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) I Gede Putu Aryadi menyebut, secara keseluruhan event WSBK diperkirakan mampu menyerap 8-12 ribu orang tenaga kerja.

”Ini termasuk sektor perhotelan dan UMKM yang terlibat,” kata Aryadi, Sabtu (23/10/2021).

Menurutnya, ketika ada event besar seperti WSBK, maka seluruh sektor pendukung kawasan Mandalika beroperasi membuka kesempatan kerja.

Baca juga: Syarat dan Ketentuan Pembelian Tiket Balap WSBK di Mandalika, Termasuk Usia 12 Tahun ke Atas

Artinya peluang kerja tidak hanya di lokasi acara, tetapi juga semua sektor bergerak dengan event tersebut.

Sementara itu, berdasarkan analisa awal yang dilakukan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

MENUJU SUPERBIKE: Pemprov NTB bersiap menyambut WSBK yang akan digelar 19-21 November 2021.
MENUJU SUPERBIKE: Pemprov NTB bersiap menyambut WSBK yang akan digelar 19-21 November 2021. (Dok. Dispar NTB)

Di kawasan ini akan dibangun  8 hotel bintang lima dengan total investasi lebih dari Rp 14 triliun.

Serta membuka lapangan kerja baru yang mampu menyerap lebih dari 570 ribu orang tenaga kerja.

Baca juga: Layanan Transportasi WSBK Bisa Jadi Ajang Promosi Pariwisata NTB

Karena itu, tugas bersama semua pihak untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan dunia industri.

Dalam melakukan analisa kebutuhan tenaga kerja, dunia industri harus terlibat aktif memberikan informasi terkait skill yang dibutuhkan.

”Sehibgga lembaga pendidikan vokasi dan lembaga pelatihan kerja bisa menyesuaikan kurikulumnya," ujar Gede.

Pihaknya bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja dan Industri (FKLPKI) sedang menyusun buku informasi pasar kerja secara detail, termasuk skill yang dibutuhkan dalam 5-10 tahun ke depan.

"Mudahan bisa kita implementasikan secara konkret dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved