Breaking News:

Gemetar Nyaris Pingsan, Anak SD Korban Penculikan di Surabaya Baru Nangis setelah Kabur: Aku Diculik

Padahal, bercak darah itu didapatnya saat terjatuh ketika hendak melarikan diri dari mobil pelaku.

Editor: Salma Fenty
bitcoinist.com
Ilustrasi penculikan 

Dari pengakuan IM kepada sang ibu, dua pelaku berpostur tubuh kecil.

Sementara satu otamh berpostur tinggi besar dengan rambut tipis dan beruban.

IM mengatakan ia tak mengenali para pelaku karena semuanya menggunakan masker penutup hidung dan mulut warna hitam.

"Katanya IM, lebih muda dari ayah gitu," ujarnya saat ditemui awak media di kediamannya di Jalan Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya, Selasa (19/10/2021) dikutip dari Surya.co.id.

Pelaku berbicara lirih dan bermain ponsel

Selama disekap, IM mengingat betul aktivitas para pelaku di dalam mobil. Satu orang pelaku yang duduk di samping kiri sopir, tampak sibuk dengan ponsel ditangannya.

Sedangkan satu orang lainnya, bertugas menyekap sekaligus membekap mulut IM selama perjalanan.

Sepanjang perjalanan, IM bercerita jika para pelaku itu saling berbicara satu sama lainnya.

Namun intonasi suara ketiga yang terdengar lirih. Hal tersebut membuat IM tidak mampu memahami secara pasti obrolan yang terjadi di tengah mereka.

Baca juga: Terlilit Utang, Seorang Mahasiswi Bersandiwara Dirinya Diculik dan Disekap di Sebuah Kost

"Langsung dibekap mulutnya. 'Jangan teriak' bilang gitu, kemudian orangnya nggremeng-gremeng (tidak jelas), enggak tahu ngomong apa, katanya (IM)," tutur dia.

Saat mobil yang dikendarai para penculik itu berangsur pelan dan menepi di bahu jalan, IM merasa memiliki kesempatan untuk kabur dari mobil tersebut.

Apalagi satu orang pelaku yang bertugas menyekap anaknya di bangku belakang, tiba-tiba keluar dari sisi kiri mobil, lalu menempelkan layar ponsel ke telinganya seperti sedang terlibat percakapan telpon dengan orang lain.

IM yang saat itu duduk tanpa pengawasan langsung keluar dari pintu sisi kiri mobil. Ia kemudian berlari menjauh ke arah pintu masuk sebuah gang yang terhubung dengan Jalan Jemursari II, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya.

Jatuh saat kabur dan takut berteriak

Karena kalut, IM meninggalkan tas sekolah berisi sejumlah buku pelajaran miliknya di mobil pelaku.

Saat sadar IM kabur, satu orang pelaku sempat berusaha mengejar bocah usia 12 tahun itu. Untungnya, upaya para pelaku itu, tak membuahkan hasil.

"IM sempat keluar dikejar orang 1, makanya dia itu jatuh. Tapi dia gak mau teriak karena ketakutan," ungkapnya.

Mungkin saking paniknya, IM yang lari tunggang langgang itu, sempat jatuh tersungkur menghindari kejaran para pelaku.

Saat tertuh, bibir IM terluka dan mengucurkan darah hingga seragam sekolah warna putih yang dikenakannya berlumuran bercak darah.

Baca juga: Kronologi Bocah 3 Tahun Diculik, Sempat Ajak Rekan Korban hingga sang Ibu Kenal Wajah Pelaku

"Jadi IM tanpa pengawasan. Mungkin disuruh jaga, malah hp-an, IM langsung lari, saking kencangnya, sampai jatuh-jatuh, keluar darah (bibirnya), itu bajunya masih saya rendam," jelasnya.

Polisi turun tangan

Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan membenarkan informasi tersebut. Menurutnya kejadian itu terjadi pada Selasa (19/10/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Keluarga korban sudah melapor dan kami sedang selidiki," katanya dikonfirmasi Rabu (20/10/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, pelaku berjumlah tiga orang menggunakan mobil berwarna hitam.

Pelaku sebelumnya berpura-pura menanyakan lokasi SPBU terdekat kepada korban yang sedang berjalan menuju sekolahnya.

"Korban berlari dan tersandung hingga jatuh. Bagian wajah korban mengalami luka," jelasnya.

Yusep mengatakan, saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Petugas juga sudah memeriksa sejumlah saksi hingga mengecek CCTV.

Artikel lainnya terkait penculikan

(Kompas/ Achmad Faizal), Tribun Jatim

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved