Breaking News:

Kabar Artis

Seorang Taruna, Begini Nasib Pekerjaan Suami Olivia Nathania yang Ikut Terseret Kasus Penipuan CPNS

Olivia Nathania akhirnya keluar ke publik setelah heboh kasus iming-iming lulus CPNS, bagaimana nasib pekerjaan suami?

Penulis: wulanndari | Editor: Wulan Kurnia Putri
Kolase Instagram
Pernikahan Olivia Nathania dan suami - Olivia Nathania akhirnya keluar ke publik setelah heboh kasus iming-iming lulus CPNS, bagaimana nasib pekerjaan suami? 

TRIBUNLOMBOK.COM - Olivia Nathania, putri sulung Nia Daniaty akhirnya keluar ke publik setelah heboh kasus iming-iming lulus CPNS.

Tak sendirian, Oi dan Rafly N Tilaar juga ikut terseret.

Meski begitu, Oi menegaskan jika sang suami tidak terlibat kasus yang dituduhkan.

"Saya tidak pernah melakukan. Apalagi suami saya, sama sekali tidak tahu menahu," kata Olivia Nathania dalam jumpa persnya di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021) didampingi kuasa hukumnya, Susanti Agustina.

"Ketika tercuat ke berita, dia baru tahu," sambungnya.

Namun, nama Rafly terseret kasus tersebut karena ada bukti transferan uang yang masuk ke rekeningnya, yang diduga atas persetujuan dari Oi.

"Tapi transferan benar ke rekening Rafli dari atm, buku tabungan, dan mbangking ada di saya," ucapnya.

Baca juga: Terseret Penipuan, Putri Nia Daniaty Ungkap Hanya Buka Bimbel CPNS Rp 25 Juta: Tidak Menjamin Lulus

"Saat itu saya statusnya masih pacaran sama Rafly dan memang berniat mau menikah. Nah saat pacaran ATM di saya hal biasa dan saya pikir tidak berdampak seperti ini karena saya punya tempat les. Ternyata dilakukan berulang kali," jelasnya.

"Tapi, Rafly tidak tahu menahu sama sekali, saya bingung kenapa Rafly dilaporkan," tambahnya.

Putri dari pasangan Nia Daniaty dan Muhammad Hisham itu menyebut, saat pacaran Rafly berada di asrama. Kemudian, sehari setelah menikah suami Oi dinas ke luar kota.

Meski sudah ditegaskan oleh Oi, bagaimana nasib karier Rafly sebagai Taruna?

Rafly N Tilaar merupakan taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip).

Baca juga: Maia Estianty Pamer Foto Lawas saat Masih Jadi Mahasiswi 27 Tahun Lalu, Akui Masih Culun

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti, mengatakan, pemeriksaan tersebut tindak lanjut dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat anak Nia Daniaty, Olivia Nathania, dan Rafly Noviyanto Tilaar.

"Proses pemeriksaan dan penyelidikan sudah dilakukan oleh Ditjen PAS Kemenkumham dan Ditjen PAS terkait aduan yang masuk terhadap Saudara Rafly," kata Rika saat dihubungi Kompas.com, Senin, (27/9/2021).

Rika pun belum memastikan apakah betul Rafly N Tilaar melakukan penipuan atau tidak dan meminta semua media maupun masyarakat untuk menunggu perkembangan kasusnya.

Baca juga: Cinta Kuya Prank Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Pinjami Rp 300 Juta, Ini Reaksi saat Ditanya Bunga

Penjelasan Olivia Nathania Terkait Dugaan Kasus Penipuan Iming-iming Lulus CPNS

Setelah kasus ini heboh, Oi lalu keluar dan memberikan klarifikasi.

Oi mengaku dirinya tak pernah bertemu dengan korban dan menyebut sang guru, Agustine yang mencari peserta sendiri.

Baca juga: Olivia Terseret Kasus Penipuan, Nia Daniaty Bak Lepas Tangan dan Farhat Abbas Sebut Kasus Memalukan

Hal ini disampaikan dalam video yang diunggah di YouTube KH Infotainment, Kamis (30/9/2021).

Pun, putri Nia Daniaty merasa terganggu dengan pemberitaan yang menurutnya tidak benar.

"Tanggapannya ya cukup syok, cukup kaget yang pasti, sama yang pastinya terganggu ya," ujar Olivia.

Olivia terjerat kasus penipuan berkedok iming-iming CPNS, ini respon Nia Daniaty dan Farhat Abbas
Olivia terjerat kasus penipuan berkedok iming-iming CPNS, ini respon Nia Daniaty dan Farhat Abbas (Kolase Instagram/ Tribunnews)

Lantas Olivia mengungkap status dari sosok yang mengaku sebagai korban sekaligus guru SMA-nya, Agustine.

Ia menjelaskan Agustine dalam kasus ini sebenarnya bukanlah korban seperti yang disampaikan sebelumnya.

Baca juga: Bertemu Lagi Setelah Putus, Ini Alasan Happy Asmara Menangis saat Denny Caknan Bawakan Lagu Widodari

"Ibu Agustine ini sebenarnya bukan korban, melainkan dia yang merekrut orang-orang tersebut," kata Olivia.

"Karena saya tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang dia sebutkan begitu."

"Tidak pernah berhadapan langsung dengan 225 orang dan membujuk 16 orang keluarga Agustine," tuturnya.

Susanti menambahkan, kliennya juga dituding melakukan pemalsuan terkait berkas pengangkatan CPNS.

Selain itu, ia menerangkan Olivia tidak pernah membujuk orang-orang yang kini mengaku sebagai korban.

"Sebenarnya Ibu Agustine ini dia yang mempresentasikan kepada keluarga dan 225 orang," terang Susanti.

"Sehingga terbujuk rayulah mereka itu, untuk masuk menjadi calon PNS."

Olivia Nathania didampingi kuasa hukumnya, Susanti Agustina, dalam jumpa persnya di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).
Olivia Nathania didampingi kuasa hukumnya, Susanti Agustina, dalam jumpa persnya di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

"Dengan iming-iming akan lulus CPNS, padahal Oli tidak pernah menjamin untuk lulus," tambahnya.

Lanjut, Olivia menegaskan selama ini hanya membuka bimbingan belajar (bimbel) untuk tes penerimaan CPNS.

Ia mengatakan, untuk masuk ke bimbel miliknya, para murid akan dipatok dengan tarif Rp 25 juta.

Putri Nia Daniaty ini juga mengakui menerima keuntungan dari situ dan menurutnya masih wajar.

Tak sampai di situ, Olivia juga siap menunjukkan lokasi serta pengajar dari bimbel CPNS tersebut.

Baca juga: Ria Ricis Sebut Teuku Ryan Sesuai dengan Kriteria Calon Menantu yang Diinginkan sang Ayah

"Tetapi perlu saya luruskan di sini, saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS," jelas Olivia.

"Memang saya terima uang dari situ senilai Rp 25 juta per orang."

"Dengan nilai Rp 25 juta itu, untuk pengajar, sewa tempat, dan lain-lain," imbuhnya.

Sebelumnya, pihak korban telah melaporkan Oi dengan suaminya ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Kuasa hukum korban, Odie Hodianto mengatakan korban berjumlah 225 orang ditipu Oli dan suaminya sejak 2019 hingga 2020.

"Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp9,7 Miliar lebih. Modusnya mengiming-imingi korban untuk diloloskan mengisi kekosongan jabatan di beberapa instansi karena terlapor mengaku memiliki link di BKN," ujar Odie kepada awak media.

Rata-rata korban mengaku terperdaya untuk mengisi posisi jabatan PNS strategis yang dijanjikan Oi dan RAF. (*)

(Tribunlombok.com)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved