Breaking News:

Pemilik Kos di Kota Mataram Diam-diam Buka Kantin Sabu

Ekonomi tidak menentu di masa pandemi Covid-19 membuat pemilik kos-kosan di Kota Mataram membuka kantor sabu

Dok. Polresta Mataram
PENANGKAPAN: Tim Satres Narkoba Polresta Mataram saat menangkap pengedar narkoba berinisial SI, di kos-kosannya, Rabu (15/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ekonomi tidak menentu di masa pandemi Covid-19 membuat pemilik kos-kosan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) gelap mata. 

Diam-diam pria berinisial SI (46), asal Karang Bagu, Kecamatan Cakranegara ini membuka kantor sabu di kos-kosannya.

Selain pembeli dari luar, dia juga menawarkan narkoba ke penghuni kos-kosan.

Bisnis terselubung SI akhirnya terendus kepolisian.

Dia dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram, Rabu (15/9/2021).

Kini SI meringkuk di sel tahanan Polresta Mataram.

Baca juga: Harta Karun Emas, Satu Cincin Perak Temuan Penggali Kubur di Bima Ditawar Rp 75 Juta

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama yang memimpin langsung penangkapan mengatakan, timnya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di kos-kosan milik SI, sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

"Menurut pengakuan pemilik kos, keuntungan menjual sabu lebih besar dari penyewaan kamar," katanya, dalam keterangan pers, Selasa (21/9/2021).

Tonton juga:

Dia membeberkan, dengan 6 unit kamar kos miliknya, SI mendapat penghasilan Rp 3 juta per bulan.

Tapi itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Baca juga: Sabu-sabu Berceceran saat Pria di Mataram Ditangkap Polisi

Sehingga dia pun nekat menjadi pengedar narkoba di rumahnya.

Pelaku diketahui merupakan residivis kasus narkoba.

Ia mengatakan, sejak 2010 sudah mengkonsumsi dan menjalankan bisnis haramnya.

"Terkadang penghuni kos juga yang menjadi pelanggan saya," tutur pelaku kepada polisi.

Dalam penangkapan yang dilakukan Rabu, 15 September 2021, pukul 23.30 Wita, petugas menemukan sabu seberat  2 gram.

Bersama perangkat alat hisapnya, serta sejumlah uang tunai, diduga hasil penjualan.

Akibat bisnis haramnya, pengusaha kos-kosan ini kini kembali mendekam di penjara.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved