Breaking News:

FITRA NTB: Vaksinasi bagi Kelompok Rentan di NTB Lambat dan Sulit

Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai vaksinasi Covid-19 bagi kelompok rentan di NTB lambat dan sulit diakses.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
TribunLombok.com/Sirtupillaili
VAKSINASI: Salah seorang warga mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Kota Mataram, Rabu (18/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai vaksinasi Covid-19 bagi kelompok rentan di NTB lambat dan sulit diakses.

”Memasuki bulan kesembilan (vaksinasi), akses masyarakat terhadap vaksin Covid-19, khususnya kelompok rentan masih sangat terbatas,” kata Direktur Fitra NTB Ramli Ernanda, Kamis (9/9/2021).

Berdasarkan perhitungan Fitra NTB, vaksinasi di NTB akan sulit mencapai 70 persen sebelum  MotoGP seperti keinginan Presiden Joko Widodo.

”Alih-alih mampu mencapai target 70 persen. Dengan kinerja daerah yang lamban saat ini diproyeksikan hingga akhir tahun capaian vaksinasi di NTB di bawah 30 persen,” ungkapnya.

Ramli mengingatkan, vaksin bagi warga negara di tengah situasi pandemi COVID-19 merupakan hak dasar yang harus dipenuhi negara.

Baca juga: Optimistis Tetebatu Bisa Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia, Tapi Penilaian Tak hanya Soal Keindahan

Hal itu untuk mencegah dan meningkatkan standar kesehatan warga negara.

Direktur Fitra NTB Ramli Ernanda
Direktur Fitra NTB Ramli Ernanda (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

“Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat juga merupakan amanat konstitusi,” katanya.

Setiap warga negara mempunyai hak sama dalam mengakses sumber daya di bidang kesehatan, termasuk vaksin.

”Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan vaksin secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved