Restoran di NTB Didorong Pakai Alat Masak Berbahan Bakar Listrik, PLN: Lebih Ramah Lingkungan

Para pelaku usaha bidang kuliner di Kota Mataram didorong memanfaatkan peralatan listrik untuk memasak

Dok.PLN NTB
Petugas PLN UIW NTB memeriksa salah satu KWh meter listrik. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Para pelaku usaha bidang kuliner di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong memanfaatkan peralatan listrik untuk memasak.

Penggunaan peralatan listrik ini diyakini lebih aman, bebas emisi dan ramah lingkungan.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram Maman Sulaeman mengatakan, PLN sedang mengkampanyekan program electrifying lifestyle.

”Gaya hidup baru yang memanfaatkan peralatan serba elektrik bebas emisi dan ramah lingkungan, terutama bagi pelaku usaha bidang kuliner,” katanya, dalam keterangan pers, Sabtu (14/8/2021).  

Baca juga: 7 Alasan Desa Tetebatu Lombok Layak Wakili Indonesia di Kompetisi Desa Wisata Dunia

Program electrifying lifestyle sejalan dengan visi NTB Gemilang yaitu Asri dan Lestari.

“Sebagai salah satu BUMN juga harus berperan aktif mendukung aksi go green dan ramah lingkungan untuk mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.

Maman mengatakan, PLN menggandeng usaha di bidang kuliner agar beralih menggunakan peralatan memasak dengan bahan bakar tenaga listrik.

Baca juga: Wisata Kuliner: Nikmatnya Menyantap Nasi Lindung di Warung Jamaq-jamaq Mataram

Pelayanan kepada pelanggan dapat lebih cepat dan juga hemat biaya.

Penggunaan alat listrik ini juga lebih bersih dan lebih aman.

Karena itu PLN UP3 Mataram memberikan bantuan peralatan listrik bagi pengelola restoran.

Seperti kepada Daegu Korean BBQ yang berlokasi di Jln Swakarya, Mataram.

”Kami harap peralatan yang kami bantu ini dapat bermanfaat dengan terus mengedepankan penggunaan energi listrik dalam setiap usahanya,” ujar Maman.

Dengan gencarnya sosialisasi tentang gaya hidup berbasis listrik, PLN sebagai penyedia jasa kelistrikan juga sudah siap dalam penyediaan sarana pendukungnya.

“Untuk ketersediaan daya saat ini Lombok, masih sangat tersedia. Silakan masyarakat beralih ke peralatan berbasis energi listrik untuk kenyamanan dan kemudahan,” pungkas Maman.

Lalu Ahmad Hariadi, salah pemilik restoran mengatakan, pihaknya cukup terbantu dengan layanan tersebut.

”Kami dapat menghemat pengeluaran secara signifikan sejak menggunakan peralatan listrik ini. Selain itu, pelayanan kepada tamu dapat lebih cepat, lebih bersih dan lebih praktis,” katanya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved