NTB

Gubernur NTB Minta Rumah Sakit Lebih Efisien Pakai Oksigen, Kebutuhan Tembus 283 Ton Sebulan

TribunLombok.com/Sirtupillaili
ISI ULANG: Salah seorang pekerja melakukan isi ulang oksigen di depo pengisian milik CV BBS di Tanjung Karang, Kota Mataram, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah meminta para pihak terkait, khususnya rumah sakit lebih efisien menggunakan oskigen.

Masing-masing rumah sakit harus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait manajemen efisiensi penggunaan oksigen di lapangan.

Tujuannya supaya kebutuhan oksigen tetap dapat dikendalikan.

”Efisiensi oksigen harus segera dikoordinasikan agar optimal pemanfaatannya,” tegas Zulkieflimansyah, saat membuka rapat koordinasi Satgas Oksigen NTB, di ruang rapat utama kantor gubernur  NTB, Senin (9/8/2021).

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB dr Lalu Herman Mahaputra  menjelaskan pentingnya manajemen efisiensi oksigen.

Baca juga: Dapat Tambahan 58 Ton Oksigen, NTB akan Bangun Pabrik Oksigen Baru  

”Seluruh rumah sakit harus memahami bagaimana kebutuhan oksigen yang ada di rumah sakitnya masing-masing,” kata pria yang akrab disapa dr Jack  ini.

Manajemen efisiensi itu antara lain, melakukan koordinasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) terkait pemberian oksigen pasien.

Mengoptimalkan penggunaan dan distribusi oksigen kosentrator.

Memonitor kebutuhan oksigen secara ketat.

Bila kondisi membaik segera hentikan pemberian.

Baca juga: Kapan Pengumuman Sanggah Administrasi CPNS NTB 2021?

Serta melakukan skrining ketat di IGD untuk menentukan kriteria pasien butuh perawatan atau isoman.

”Kita sudah melakukan itu di RSUD Provinsi NTB sebagai salah satu RS rujukan dan begitu banyak pasiennya. Saya pikir rumah sakit lain juga harus bisa,” ungkap dr Jack.

Kebutuhan oksigen di Provinsi NTB per bulan mencapai 283.196 kilogram atau 35.490 tabung besar.

Sementara ketersediaan tabung perbulannya sekitar 220.000 kilogram atau 27.500 tabung besar.

Hal ini terus diatensi Pemprov NTB dengan menerapkan strategi yakni efisiensi penggunaan.

Baca juga: Tiga Tahun Gempa Lombok, 22.682 Unit Rumah Belum Rampung Diperbaiki

Memastikan distribusi tepat waktu dan mengoptimalkan oksigen kosentrator atau oksigen generator.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri menambahkan, efisiensi penggunaaan oksigen adalah cara terbaik dalam mengoptimalkan penggunaan.

"Seberapa jumlah oksigen yang ada, harus ada manajemen efisiensi penggunaan oksigen," jelasnya.

Berita terkini di NTB lainnya.

(*)