Virus Corona di NTB

652 Pekerja di NTB Kena PHK Selama Pandemi Covid-19, Waktunya Buka Usaha Sendiri

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 berdampak besar bagi sektor ketenagakerjaan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

TribunLombok.com/Sirtupillaili
USAHA KREATIF: Seorang pemuda di Lombok Barat membuat pot bunga berbahan limbah popok bayi, Kamis (18/3/2021). Usaha ramah lingkungan ini dijalankan warga selama masa pandemi Covid-19 dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 berdampak besar bagi sektor ketenagakerjaan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB mencatat 4.253 orang tenaga kerja terdampak Covid-19 sepanjang tahun 2020 lalu.

Diantaranya, 598 orang kena pemutusan hubungan kerja (PHK), 3.114 orang dirumahkan, dan 541 orang mengalami pengurangan jam kerja.

Pekerja yang paling banyak terdampak pandemi Covid-19 berada di Kota Mataram dengan 1.590 orang.

Kemudian Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 1.257 orang.

Baca juga: Stok Vaksin NTB Menipis, Dinas Kesehatan Tunggu Kiriman Pusat Bulan Agustus

Sementara untuk tahun ini, sampai bulan April 2021 jumlah tenaga kerja yang mengalami PHK sebanyak 54 orang dalam 15 kasus sengketa ketenagakerjaan yang dilaporkan.

Bila ditotal, jumlah pekerja kena PHK tahun 2020 sampai April 2021 mencapai 652 orang.

Ke-54 pekerja yang kena PHK tahun ini tersebar di Kota Mataram 10 orang dan Sumbawa Barat 41 orang.

Kemudian 1 orang di Lombok Tengah dan 2 orang di Lombok Utara.

"Sebagian besar kasus PHK ini sudah selesai, 6 kasus dalam proses mediasi dan penyelesaian bipartit di kabupaten/kota," kata
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, Senin (12/7/2021).

Data tersebut merupakan data PHK sampai April 2021.

Baca juga: Penyekatan PPKM Darurat di Mataram, Beberapa Kendaraan Diminta Putar Balik

Baca juga: Tak Terima Cewek Gebetan Didekati Pria Lain, Pemuda Lombok Tengah Keroyok Saingannya di Kafe

"Selanjutnya belum ada PHK, malah tumbuh usaha mandiri disektor informal. Misalnya Barista (kopi), kuliner dan lain-lain," kata Aryadi.

Mengatasi situasi saat ini, pemerintah mendorong tumbuhnya usaha-usaha mandiri.

Banyak peserta pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dilakukan Disnakertrans NTB bersama dunia industri melahirkan banyak pelaku usaha.

"Sudah banyak yang terjun ke usaha mandiri," katanya.

Berita terkini di NTB lainnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved