Breaking News:

Bacakan Pledoi, Edhy Prabowo Ucap Keberatan karena Punya Istri dan 3 Anak hingga Sebut Nama Prabowo

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo merasa tuntutan tim jaksa sangat berat karena punya istri dan tiga anak, hingga sebut nama Prabowo

Editor: wulanndari
Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster tahun 2020, Edhy Prabowo menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2021). Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut mantan Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) tersebut dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Mantan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo merasa tuntutan tim jaksa sangat berat karena punya istri dan tiga anak, hingga sebut nama Prabowo.

Mengingat kini usia terdakwa perkara suap ekspor benih bening lobster atau benur sudah menginjak 49 tahun.

Ditambah lagi  Edhy mengaku memiliki tiga anak yang masih membutuhkan pengasuhan.

"Saya sampaikan bahwa pada saat ini saya sudah berusia 49 tahun, usia dimana manusia sudah banyak berkurang kekuatannya untuk menanggung beban yang sangat berat," ucap Edhy saat membacakan pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (9/7/2021). 

"Ditambah lagi saat ini saya masih memiliki seorang istri yang sholeha dan tiga orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah," tambahnya.

Jaksa KPK menuntut Edhy dihukum penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp400.000.000 subsidair 6 bulan kurungan.

Ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp9.648.447.219 dan sebesar 77.000 dolar AS subsidair 2 tahun penjara.

"Sangat berat," ucap Edhy.

Baca juga: Ilmuan Dunia Bahas Pemulihan Ekonomi Masa Pandemi Covid-19 di NTB

Baca juga: Remaja 14 Tahun Tewas Diduga Tersetrum saat akan Cas HP, si Adik Mengira Kakaknya Kesurupan

Baca juga: Korupsi Benih Jagung di NTB Rugikan Negara hingga Rp 27 Miliar

Apalagi, menurutnya, tuntutan tersebut didasarkan atas dakwaan yang sama sekali tidak benar dan fakta-fakta yang sangat lemah. 

"Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan kali ini saya menyampaikan pembelaan saya atas dakwaan dan tuntutan yang disampaikan penuntut umum," kata Edhy.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved