Breaking News:

Polda NTB Ringkus Pemuda Ampenan Bawa 100,56 Gram Sabu dan Uang Rp 40 Juta

Pria berinisial KP (31), asal Kecamatan Ampenan, Mataram diringkus Tim Ops Narkoba Polda NTB di kos-kosan, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar,

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. Polda NTB
PENANGKAPAN: Terduga pelaku dan barang bukti sabu yang diamankan Ditresnarkoba Polda NTB, dalam penggerebekan, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pria berinisial KP (31), asal Kecamatan Ampenan, Mataram diringkus Tim Ops Narkoba Polda NTB di kos-kosan, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Selasa (6/7/2021), pukul 02.00 Wita.

KP diringkus karena diduga menjadi pengedar naskoba jenis sabu.

Dari tangan tersangka, polisi mendapat barang bukti satu klip besar sabu dengan berat 100,56 gram.

Juga uang Rp 40 juta dan satu unit handphone.

Terkait penangkapan tersebut, Wakil Direktur Resnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah menjelaskan, penangkapan itu merupakan hasil pengembangan dari tersangka lain yang telah diamankan sebelumnya.

Baca juga: Pecatan Polisi dan Residivis Kerja Sama Cetak Uang Palsu, Dipakai Judi dan Tebus Mobil  

”Dari hasil interogasi kami langsung mencari terduga dan berhasil meringkusnya," ungkap, dalam rilis resminya, Rabu (7/7/2021).

Setelah mendapat informasi dan mengantongi identitas terduga, Tim Ops Direktorat Narkoba Polda NTB dipimpin Ipda I Made Mas Mahayuna langsung melakukan penyelidikan terhadap terduga.

Sekitar pukul 02.00 Wita, tim berhasil melakukan penangkapan terhadap KP di sebuah kos-kosan di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat tanpa perlawanan.

Baca juga: NTB Siap Gelar L’Etape Indonesia by Tour de France, 1.500 Peserta Diprediksi Hadir

Baca juga: Masyarakat Antusias, Tembus 1.000 Orang Vaksin Per Hari di RSUD NTB

Setelah badan terduga digeledah disaksikan warga setempat, polisi mendapatkan barang bukti sabu 100, 56 gram dan uang tunai Rp 40 juta.

Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Ditresnarkoba Polda NTB untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Terduga terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Berita terkini di NTB lainnya.

(*)

 
 

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved