Breaking News:

Ancam Sebar Video Porno, Pria asal Dompu Ini Peras Mantan Bosnya

Berbekal salinan video porno yang dia dapatkan dari laptop mantan bosnya, MA pun melakukan pemerasan

Dok. Polresta Mataram
PEMERASAN: Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa berbicara dengan pelaku MA, dalam keterangan pers, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Kesal gara-gara dipecat, pria berinisial MA (25), asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan dendam kepada mantan bosnya.

Berbekal salinan video porno yang dia dapatkan dari laptop mantan bosnya, MA pun melakukan pemerasan.

Video tersebut berisi adegan syur bos laki-lakinya dengan seorang perempuan.

Baca juga: Mukanya Mirip Pencuri Ayam, Pria di Sumbawa Nyaris Diamuk Massa

Dia mengancam, bila tidak memberikannya sejumlah uang, video tersebut akan disebar.

”Pelaku ini memeras mantan bosnya dengan video porno yang pernah di copy di laptop milik mantan bosnya," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, dalam keterangan pers, Kamis (10/6/2021).

Pelaku menyalin video porno mantan bosnya saat masih bekerja di perusahaan.

Saat itu dia meminjam laptop bosnya untuk mengedit video.

Baca juga: Ibu Teriak Minta Anaknya Dihukum Mati Saja, Kecewa Divonis 12 Tahun Penjara: Tolong Beri Keadilan

”Dalam kesempatan itulah, pelaku ini mengambil video untuk mengancam korban," jelasnya.

Video porno itu pun menjadi modus pelaku untuk membalas dendam dengan memeras korban.

"Pelaku ini meminta korban menyerahkan uang Rp 21 juta. Jika tidak, video porno itu bakal disebarkan," ucap Kadek Adi.

Karena mendapat ancaman demikian, korban pun mengirim uang ke rekening milik MA.

Ketika itu, korban hanya mengirimkan ke pelaku senilai Rp 1,5 juta.

Pelaku yang terus menagih sisa uang akhirnya membuat korban melaporkan kasus ini ke Polresta Mataram.

"Kami mengamankan pelaku saat berada di dekat salah satu mall,” jelasnya.

Saat ditangkap pelaku MA mencoba melawan dan melarikan diri, tapi berhasil diciduk dan dibawa ke markas polisi.

MA diamankan dengan barang bukti penerimaan uang dari korban dan juga video yang belum sempat disebar.

Akibat perbuatannya, MA yang kini mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Mataram ditetapkan sebagai tersangka yang melanggar Pasal 368 dan 371 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Jadi kita sangkakan kasus pemerasan dengan ancamannya sembilan tahun penjara," ujar Kadek Adi.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved