NTB

Pelajar Dicegat Polisi saat Konvoi Kelulusan di Lombok Utara

Dok. Polres Lombok Utara
DICEGAT: Sejumlah pelajar dicegat anggota Polsek Kayangan, Polres Lombok Utara saat hendak konvoi kelulusan, Jumat (4/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA – Sejumlah pelajar SMKN 1 Bayan dicegat anggota Kepolisian Sektor Kayangan, Polres Lombok Utara saat hendak konvoi kelulusan, Jumat (4/6/2021).

Mereka dicegat saat melintas di jalan raya Kayangan-Bayan, tepatnya di Dusun Selengen, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Para pelajar tampak menggunakan seragam sekolah yang sudah dicoret dan siap-siap konvoi.

Polisi mengimbau mereka untuk tidak melanjutkan konvoi dan menyarankan pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Bangkai Hiu Paus Terdampar di Pantai Dusun Teluk Lombok Utara, Sudah Mengeluarkan Bau Busuk

Mereka juga diminta tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Tonton juga:

Terkait hal tersebut, Kapolsek Kayangan Iptu Hadi Suprayitno meminta kepada seluruh wali murid dan kepala sekolah di wilayah Kayangan memberikan arahan kepada siswa dan siswi.

”Agar mereka tidak melakukan konvoi untuk merayakan kelulusan dan lebih baik di rumah saja,” imbuhnya.

Baca juga: Mabuk dan Bikin Onar, Dua Pemuda Buruh Bangunan di Sumbawa Ditangkap Polisi

Hal itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Penularan virus sangat mudah terjadi antar manusia saat berkumpul.

Iptu Hadi Suprayitno juga mengingatkan masyarakat taat dan patuh dengan aturan pemerintah.

Mematuhi prokes dengan mengedepankan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

”Supaya kita bisa melawan dan mencegah timbulnya klaster baru penularan pandemi Covid-19,” jelasnya.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya melarangan siswa melakukan konvoi, berkumpul dalam jumlah banyak.

Apalagi menggunakan kendaraan bermotor yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya yang dapat berisiko.

“Karena kumpul dan konvoi akan memicu penyebaran Covid-19,” katanya.

(*)