Breaking News:

Lindungi Anak Korban Stigmatisasi Terorisme, Pemprov NTB akan Siapkan Regulasi 

Anak para terduga teroris di Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat rentan.  Mereka rawan menjadi korban stigmatisasi karena orang tua.

Dok. Diskominfotik NTB
PERLINDUNGAN ANAK: Diskusi perlindungan anak dari stigmatisasi terorisme di NTB, Selasa (25/5/2021). (Dok. Diskominfotik NTB) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Anak para terduga teroris di Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat rentan. 

Mereka rawan menjadi korban stigmatisasi karena orang tua mereka terlibat kelompok terorisme. 

Bahkab mereka juga rawan menjadi pelaku. 

Anak-anak yang tidak tahu apa-apa tersebut harus mendapatkan perlindungan. 

Mereka harus dibentengi dari perlakuan diskriminatif. 

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Supervisi Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Anak Korban Stigmatisasi dan Jaringan Terorisme, di Lombok Astoria Mataram, Selasa (25/5/2021).  

Baca juga: Sempat Terhalang Awan, Puncak Gerhana Bulan Total di NTB Berlangsung 18 Menit 44 Detik

Acara ini digagas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. 

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI) Nahar mengatakan, dari diskusi itu lahir rekomendasi dalam usaha perlindungan anak dari radikalisme dan terorisme di NTB. 

PERLINDUNGAN ANAK: Diskusi perlindungan anak dari stigmatisasi terorisme di NTB, Selasa (25/5/2021). (Dok. Diskominfotik NTB)
PERLINDUNGAN ANAK: Diskusi perlindungan anak dari stigmatisasi terorisme di NTB, Selasa (25/5/2021). (Dok. Diskominfotik NTB) (Dok. Diskominfotik NTB)

Menurutnya, tiga hal penting harus diperhatikan dalam perlindungan anak dari radikalisme. 

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved