Breaking News:

Cara Warga Siasati Penyekatan Lebaran Topat, Berangkat Tak Rombongan, Rela Naik Motor hingga 38,4 Km

Perayaan tradisi Lebaran Topat di Lombok tahun ini tidak sebebas tahun-tahun sebelumnya.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
MAKAN KETUPAT: Usai melakukan ziarah makam dan ‘ngurisan’ di Makam Loang Baloq, rombongan asal Lombok Timur ini menyantap hidangan ketupat bersama di parkiran luar pemakaman, Kamis (20/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Perayaan tradisi Lebaran Topat di Lombok tahun ini tidak sebebas tahun-tahun sebelumnya.

Warga harus melewati pos-pos penyekatan di perbatasan antar kabupaten/kota.

Bagi yang kedapatan akan pelesiran ke daerah Kota Mataram dan Lombok Barat mereka pasti akan distop dan putar balik.

Tapi warga tidak kehabisan akal. Sebagian mencari akal supaya bisa lolos penyekatan di perbatasan.

Seperti rombongan warga asal Lombok Timur yang ditemui TribunLombok.com, di makam Loang Baloq, Kota Mataram, Kamis (20/5/2021).

Karena area makam Loang Baloq dan tempat wisata ditutup, mereka akhirnya menyantap ketupat bersama-sama di tempat parkiran, pinggir jalan kompleks pemakaman.

Baca juga: Hendak Rayakan Lebaran Topat, Mobil Pikap Angkut Puluhan Orang Dicegat Polisi

Biasaya, setelah ziarah makam warga makan hidangan ketupat di dalam area makam keramat atau ke tempat rekreasi seperti Taman Loang Baloq.

Maria, salah seorang warga mengaku, mereka jauh-jauh datang dari Lombok Timur ingin ke makam Loang Baloq untuk ziarah makam sekaligus ‘ngurisan’ atau potong rambut anak bayi.

Hal itu sudah menjadi tradisi mereka sajak lama. Setiap Lebaran Topat warga biasanya datang ziarah dan berdoa di makam tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved