Breaking News:

Dampak Psikologis Pertanyaan 'Kapan Nikah' Menurut Psikolog dan Ustaz

Beberapa orang justru hanya menganggapnya suara semata saja, namun juga ada orang yang memikirkan hal itu terlalu dalam.

Editor: Wulan Kurnia Putri
TribunJateng.com
FOTO ILUSTRASI: Pertanyaan 'kapan nikah'. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Pertanyaan 'kapan nikah' biasanya ditujukan kepada anak muda yang usianya sudah cukup matang untuk menikah, namun tak kunjung bertemu dengan tambatan hatinya.

Terlebih pertanyaan itu kerap dijumpai saat berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara sata momentum Hari Raya Idul Fitri.

Respon seseorang dalam menanggapi pertanyaan tersebut juga cukup beragam.

Beberapa orang justru hanya menganggapnya suara semata saja, namun juga ada orang yang memikirkan hal itu terlalu dalam.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini TribunPalu informasikan beberapa pendapat terkait pertanyaan 'kapan nikah' dari ustaz dan psikolog.

Pendapat Ustaz Abdul Somad

Menanggapi pertanyaan jemaah yang menyinggung tentang 'kapan nikah', Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan hal tersebut.

Menurutnya, pertanyaan 'kapan nikah' bisa menyakiti hati seseorang.

Tak hanya pertanyaan itu, hati seseorang yang ditanya 'kapan punya anak' juga akan merasakan hal yang sama.

Ia mengaku tak pernah bertanya kepada seseorang terkait pertanyaan 'kapan nikah' dan 'kapan punya anak'.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved