Breaking News:

Update Covid-19 di Indonesia, Minggu 25 April 2021: Total Kasus 1.641.194 Orang

Berikut update kasus Covid-19 di Indonesia per hari ini, Minggu (25/4/2021).

Editor: Wulan Kurnia Putri
freepik.com
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNLOMBOK.COM - Berikut update kasus Covid-19 di Indonesia per hari ini, Minggu (25/4/2021).

Terdapat penambahan 4.402 orang dalam 24 jam terakhir, total kasus di Indonesia 1.641.194 orang.

Pandemi Covid-19 melanda Tanah Air terus merenggut korban.

Selama 24 April hingga 25 April 2021, ada 94 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Oleh karena itu, total pasien meninggal dunia mencapai 44.594 orang sejak pengumuman kasus perdana pada 2 Maret 202o hingga hari ini, Minggu(25/4/2021).

Informasi berdasarkan data yang dibagikan Satgas Penanganan Covid-19 melalui laman resmi covid19.go.id.

Setelah kabar duka, ternyata terdapat kabar baik yaitu jumlah pasien Covid-19 yang sembuh kian bertambah.

Tercatat total 1.496.126 pasien sembuh dengan penambahan sebanyak 3.804 dalam 24 jam terakhir.

Secara keseluruhan, akumulasi kasus terkonfirmasi positif di Tanah Air sebanyak 1.641.194 orang.

Tercatat kasus baru sebanyak 4.402 orang pada Minggu, (25/4/2021).

Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Patuhi Aturan Mudik: Kasus di India Bisa Dijadikan Pelajaran

 Satgas Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik Idul Fitri serta upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama Ramadhan.

Aturan itu dibuat agar tidak terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 selama libur panjang lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers bertajuk 'Peniadaan Mudik: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi'.

"SE Nomor 13 Tahun 2021 yang kami buat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia selama libur lebaran," ujarnya yang tayang di kanal YouTube BNPB Indonesia.

Wiku membeberkan, tahun lalu Indonesia mengalami lonjakan kasus yang cukup tinggi usai libur panjang.

Ia berharap hal tersebut tidak terulang lagi saat libur panjang lebaran Idul Fitri tahun ini.

"Semoga hal itu tidak terjadi di tahun ini. Sehingga SE yang dikeluarkan pemerintah bisa jadi acuan," sambungnya.

Dalam SE tersebut, pemerintah telah mengatur dan memperketat pelaku perjalanan serta mobilitas penduduk.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu menegaskan, hanya mobilitas yang berhubungan dengan pekerjaan saja serta beberapa pengecualian yang diizinkan beroperasi.

"Yang dipentingkan hanya untuk pekerjaan dan yang dikecualikan semuanya sudah tertuang di aturan SE Satgas Covid-19 Nomor 13," tandas Wiku.

Wiku mengajak masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan selama menjalani kegiatan dan peribadatan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Baginya, larangan mudik yang sudah diatur oleh pemerintah memiliki dampak baik bagi Indonesia.

Dikatakan Wiku, mudik merupakan suatu aktivitas yang memungkinkan penularan Covid-19 semakin luas dari satu kota ke kota yang lain.

"Mari kita disiplin mengetatkan prokes selama Ramadan. Dan mudik berpotensi menyebarkan kasus dari daerah satu ke daerah lain. Sehingga silaturahminya virtual saja," kata Wiku.

Dalam kesempatan yang sama, ia membeberkan lonjakan Covid-19 di beberapa negara yang mengalami peningkatan.

Sementara itu, penyebaran Covid-19 di Indonesia untuk saat ini sedang melandai.

"Lonjakan kasus terjadi di India, sementara sata ini di Indoensia mengalami penurunan," ujarnya.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap waspada, agar tidka terjadi lonjakan kasus Covid-19 usai lebaran.

"India bisa jadi pelajaran bagi kita, sehingga kita harus menaati peraturan yang ada," pungkas Wiku.

Sekjen MUI Minta Salat Idulfitri Dilaksanakan di Rumah dan Silaturahmi Secara Daring

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Amirsyah Tambunan mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saja.

Hal itu ia tegaskan terutama untuk kawasan-kawasan yang masih berada di zona merah.

"Utamakan Salat Id di rumah bersama keluarga, terutama wilayah zona merah," ujarnya dalam konferensi pers terkait peniadaan mudik yang disiarkan live di YouTube BNPB Indonesia, Jumat (23/4/2021).

Sementara itu untuk kawasan yang berada di zona hijau juga harus tetap berhati-hati.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Amirsyah Tambunan mengimbau untuk melakukan salat Idulfitri di rumah saja bersama keluarga saat konferensi pers BNPB, Jumat (23/4/2021).
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Amirsyah Tambunan mengimbau untuk melakukan salat Idulfitri di rumah saja bersama keluarga saat konferensi pers BNPB, Jumat (23/4/2021). (Tangkapan layar YouTube BNPB Indonesia)

Beberapa pihak terkait akan bekerja sama guna menciptakan kenyamanan dan keamanan umat Islam dalam beribadah serta masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Zona hijau juga harus waspada. Tentunya para pemangku kebijakan juga akan bekerjasa untuk menciptakan keamanan serta kenyamanan," sambungnya.

Tokoh Muhammadiyah kelahiran 1963 itu juga mengatakan, masyarakat lebih baik menggelar silaturahmi secara virtual daripada berkunjung ke lain kota.

"Dengan segala risiko penularan yang rendah, biaya murah bisa melakukan silaturahmi secara virtual," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Amirsyah mengungkapkan jika larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah merupakan langkah tepat guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Menanggapi peraturan tersebut, MUI dan beberapa ormas Islam akan melakukan tiga hal penting kepada masyarakat, yaitu literasi, sosialisasi dan edukasi.

Hal itu dilakukannya agar masyarakat semakin paham dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini.

"MUI dan Ormas akan melakukan 3 hal utama untuk masyarakat, yaitu literasi, sosialisasi dan edukasi terhadap pentingnya prokes agar bisa nyaman dan aman," tandas Amirsyah.

Ia berharap, masyarakat Indonesia bisa mematuhi dan memahami situasi yang ada saat ini.

Menurut mantan Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini, lonjakan luar biasa kasus Covid-19 di India bisa dijadikan pembelajaran bagi Indonesia.

"Kita bisa belajar dari India, di sana kasus-kasus baru muncul kembali dan mengalami lonjakan yang tinggi," katanya.

Saat ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia dikatakan Amirsyah mengalami penurunan.

Sehingga hal tersebut harus dipertahankan dan selalu meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

"Pelajaran berharga dari India, jangan sampai terulang kembali. Saat ini kasus Covid-19 di negara kita terbilang melandai. Sehingga kita harus memeprtahankan, atau justru perlu meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.

(TribunPalu/Nuri Dwi)

Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com berjudul Update Covid-19 di Indonesia, Minggu 25 April 2021: Tambah 4.402 Orang, Total Kasus 1.641.194 Orang

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved