NTB

Gempa Malang Bangkitkan Trauma Warga Lombok, Ini Saran BMKG

TribunLombok.com/Sirtupillaili
PANIK: Para pengunjung Lombok Epicentrum Mall berusaha menuruni eskalator yang dimatikan saat gempa Malang, Sabtu (10/4/2021).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gempa bumi Magnitudo 6,7 yang melanda Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021) siang, terasa hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gempa tersebut kembali mengingatkan warga Lombok dengan trauma gempa dahsyat, Agustus 2018 silam.

Karena itu, warga Kota Mataram yang sedang berada di pusat perbelanjaan berhamburan lari ketakutan saat gempa terjadi.

"Dulu kan banyak sekali gempa, wajar juga semua orang masih panik," ujar Khairul, salah seorang warga yang lari ketakutan, di Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (10/4/2021).

Dia dan keluarganya panik karena takut ada gempa susulan.

Terkait hal itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi menjelaskan, Indonesia secara umum terdapat banyak segmen sumber gempa

"Sebagai daerah yang aktif tentunya kesiapsiagaan masyarakat akan bahaya dan risiko gempa bumi perlu ditingkatkan," katanya, pada TribunLombok.com, Sabtu (10/4/2021).

Masyarakat perlu selalu memastikan informasi yang benar dan tindakan yang benar menghadapi gempa bumi.

"Kita bersinergi dengan semua elemen sampai tingkat terendah untuk mewujudkan masyarakat siaga gempa bumi dan tsunami," katanya.

Karena itu, BMKG selalu memberikan informasi secara rutin terkait informasi gempa bumi.

Mereka juga bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama media untuk sosialisasi terkait gempa bumi dan tsunami.

Kerja sama dilakukan baik dengan media cetak maupun elektronik.

Contohnya RRI dengan program-program  berbasis kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Program BMKG sendiri melakukan edukasi melalui sekolah lapang geofisik (SLG).

SLG bertujuan mempersiapkan masyarakat, supaya siap siaga terhadap bahaya gempa bumi dan tsunami.

(*)

Tags #
Gempa