Breaking News:

Desain Bangunan Istana Negara di Ibu Kota Baru Kalimantan Dikritik Asosiasi Arsitek, Mengapa?

Desain bangunan istana negara di Ibu Kota Baru Kalimantan dapat kritikan dari Arsitek, mengapa?

Laporan Wartawan Tribunnews, Fandi Permana

TRIBUNLOMBOK.COM - Desain bangunan istana negara di Ibu Kota Baru Kalimantan dapat kritikan dari Arsitek, mengapa?

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) baru saja mengumumkan desain Istana Negara untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Desain gedung megah itu memiliki bentuk menyerupai burung garuda yang tampak gagah sebagai lambang negara Indonesia.

Burung Garuda itu tercermin dari bangunan yang memilki kepala di bagian tengah atasnya disertai kedua sisi yang menyerupai sayap.

Baca juga: Netizen Soroti Desain Istana Ibu Kota Negara Baru, Kok Mirip Panggung DWP?

Namun, desain gedung istana tersebut menuai kritik dari kalangam profesional arsitektur.

Ada lima asosiasi yang memprotes desain tersebut, yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Landskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perancangan Wilayah dan Kota (IAP).

Baca juga: Pemerintah Tolak Hasil KLB Moeldoko, Mahfud MD Sebut Kisruh Partai Demokrat Selesai

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Sekolah Dibuka setelah Vaksinasi Guru Rampung, Begini Penjelasannya

I Ketut Rana Wiarcha, Ketua IAI, mengatakan kalau rancangan ini justru kurang mencerminkan kemajuan peradaban, terutama pada era digital seperti sekarang.

Menurutnya, sudah menjadi keharusan gedung istana menjadi contoh bangunan yang secara teknis mencirikan bagaimana prinsip pembangunan rendah karbon.

Desain istana negara yang bakal dibangun di Ibu Kota Baru Kalimantan Timur
Desain istana negara yang bakal dibangun di Ibu Kota Baru Kalimantan Timur (ISTIMEWA)

Baca juga: Bappenas: Pembangunan Istana Kepresiden di Ibu Kota Baru Dimulai Tahun Ini

Senada dengan IAI, Prasetyoadi, Anggota GBCI mengatakan kalau desain seperti ini tidak fungsional. Ia juga mempertanyakan kapasitas rancangan desain milik Nyoman Nuarta yang seorang pematung dan pernah menggarap proyek Garuda Wisnu Kencana Bali, bukan seorang arsitektur.

Halaman
123
Editor: wulanndari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved