Breaking News:

Seorang Paman Tega Nodai Keponakan Berkali-kali, Kini Dihukum 200 Bulan Bui, Ayah Kandung Dibebaskan

Kasus rudapaksa yang menimpa seorang anak di bawah umur di Aceh Besar memasuki babak baru.

News Law
Ilustrasi pelecehan pada anak - Kasus rudapaksa yang menimpa seorang anak di bawah umur di Aceh Besar memasuki babak baru. Seperti diberitakan sebelumnya, pelecehan menimpa anak bernama Bunga (bukan yang sebenarnya). Diketahui pelaku adalah orang dekat korban sendiri, yakni pamannya yang berinisial DP. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kasus rudapaksa yang menimpa seorang anak di bawah umur di Aceh Besar memasuki babak baru.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelecehan menimpa anak bernama Bunga (bukan yang sebenarnya).

Diketahui pelaku adalah orang dekat korban sendiri, yakni pamannya yang berinisial DP.

Ia tega melakukan aksi bejatnya pada Agustus 2020 di salah satu kecamatan dalam wilayah Aceh Besar.

Kini DP telah dijatuhi hukuman oleh Majelis hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, Aceh Besar.

Baca juga: Seorang Satpam Klinik Nyaris Rudapaksa Gadis 17 Tahun yang Sedang Jaga Ibunya, Pelaku Kini Dipecat

Ia dihukum selama 200 bulan (16,6 tahun) penjara dalam sidang pamungkas, Selasa (30/3/2021) siang.

Dinyatakan hakim terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, sebagaimana ketentuan Pasal 49 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.


Majelis hakim Mahkamah Syar'iyah Jantho memvonis DP selama 200 bulan (16,6 tahun) kurungan dikurangi masa tahanan, Selasa (30/3/2021) siang. Pria lajang yang bermukim di Aceh Besar ini terbukti secara sah dan meyakinkan memerkosa ponakannya yang masih di bawah umur pada Agustus 2020 di sebuah desa dalam wilayah hukum Aceh Besar.
Majelis hakim Mahkamah Syar'iyah Jantho memvonis DP selama 200 bulan (16,6 tahun) kurungan dikurangi masa tahanan, Selasa (30/3/2021) siang. Pria lajang yang bermukim di Aceh Besar ini terbukti secara sah dan meyakinkan memerkosa ponakannya yang masih di bawah umur pada Agustus 2020 di sebuah desa dalam wilayah hukum Aceh Besar. (SERAMBINEWS.COM/ISTIMEWA)

Dalam amar putusan majelis hakim menjatuhkan uqubat takzir terhadap terdakwa dengan uqubat penjara selama 200 bulan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa DP.

Ia juga dihukum majelis hakim untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000.

Selain itu, hakim memerintahkan terdakwa tetap dalam tahanan dan menyatakan barang bukti berupa satu buah falshdisk yang berisikan rekaman pengakuan korban dirampas untuk dimusnahkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved