Breaking News:

Cara agar Tidak Cepat Haus saat Puasa: Hindari Kafein hingga Pasang Kipas Angin atau AC

Jika rasa haus tak tertahankan terjadi di tengah ibadah puasa, maka sebaiknya membatalkan puasa agar tidak terjadi hal-hal yang berdampak kesehatan

medicalnewstoday.com
Ilustrasi Puasa. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kurang lebih dua pekan lagi, umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadan 1442 H.

Ini kali kedua bagi umat muslim menjalani puasa Ramadan di tengah pandemi Covid-19 yang merebak sejak awal tahun 2019 silam.

Umat muslim di seluruh dunia tentu akan melakukan persiapan matang agar tidak melewatkan sedikitpun amalan yang bisa diraih selama bulan Ramadan.

Untuk itu, umat muslim perlu melakukan persiapan mental dan fisik untuk menyambut Ramadan.

Terlebih untuk persiapan fisik, masalah kesehatan akan lebih diperhatikan selama berpuasa di tengah pandemi.

Sebab, banyak dari umat muslim terkendala kondisi tubuh saat berpuasa.

Baca juga: Lakukan 4 Hal Ini Agar Ibadah Puasa selama Ramadhan Optimal: Jangan Malas serta Jaga Lidah dan Mata!

Satu di antaranya adalah kesulitan terhindari dari dehidrasi karena tak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12 jam.

Sehingga menahan haus adalah hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang.

Jika rasa haus tak tertahankan terjadi di tengah ibadah puasa, maka sebaiknya membatalkan puasa agar tidak terjadi hal-hal yang berdampak bagi kesehatan.

Dirangkum TribunPalu.com dari klikdokter.com, haus berarti sinyal yang menandakan tubuh yang kekurangan cairan.

Sensasi haus ini diatur oleh pusat rangsang di hipotalamus otak.

Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Devia Irene Putri dalam artikel Kemenkes RI dan BNPB Indonesia.

"Perubahan volume cairan tubuh yang menyebabkan perubahan detak jantung (awalnya naik) dan tensi jadi turun. Tetapi, karena tubuh tetap bekerja tanpa ada cairan pengganti, maka tubuh berusaha mempertahankan diri dengan cara merombak sel-sel dan elektrolit yang ada," kata dr. Devia.

“Kalau kondisi tersebut dibiarkan terjadi secara terus-menerus, akhirnya tubuh akan jatuh ke status dehidrasi berat sampai syok,” sambungnya.

Meski air hangat bukan yang paling enak, ada banyak alasan untuk mulai rutin minum air putih hangat setiap pagi. Di antaranya dapat redakan nyeri haid hingga sukseskan dietmu.
Ilustrasi (bali.tribunnews.com)

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa? Berikut Tips Menjaga Mulut Agar Tetap Segar

Lantas bagaimana agar tak cepat haus saat berpuasa?

Berikut delapan tips yang diberikan dr. Devia agar tubuh tak cepat haus selama berpuasa.

Dari delapan tips tersebut ada dua faktor yang membantu tubuh terhindar dari dehidrasi, yakni faktor konsumsi tubuh, dan faktor eksternal.

1. Atur pola minum saat sahur dan berbuka

dr. Devia menyarankan agar setidaknya minum sebanyak 8 gelas air putuih dalam sehari.

Namun, karena keterbatasan waktu selama berpuasa, Anda harus mengelola minum air sebaik mungkin.

"Jadi bisa diatur, dua gelas saat sahur, dua gelas saat buka, dua gelas setelah tarawih, dan dua gelas sebelum tidur," ujar dr. Devia.

2. Perbanyak makan buah dan sayur

Selama berpuasa tubuh akan kehilangan banyak nutrisi di tubuh, sehingga saat sahur dan berbuka dianjurkan untuk banyak makan buah dan sayuran.

Sayur dan buah kaya akan vitamin dan mineral serta kandungan air yang baik untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Beberapa pilihan sayur dan buah yang tinggi kandungan air misalnya semangka dan timun.

Baca juga: Ingin Penuhi Kebutuhan 8 Gelas Air Sehari saat Ramadan? Awali 2 Gelas saat Sahur dan Simak Tips Ini!

3. Hindari makanan pedas dan asin

Makanan pedas dan asin memang tampak menggugah selera, tapi rupanya makanan ini bisa mengganggu saluran pencernaan.

Sehingga berpotensi untuk menyebabkan kekurangan cairan dan energi akibat diare.

Maka sebaiknya hindari dulu masakan yang pedas dan asin selama sahur maupun berbuka puasa.

Buka puasa dengan kurma sebaiknya ganjil, 3 buah kurma cukup
Ilustrasi (Rawpixel/iStockphoto)

4. Hindari kafein

Kafein adalah senyawa yang bersifat diuretik alias bisa menarik cairan untuk keluar dari tubuh.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi kandungan kafein saat sahur.

Misalnya, kopi, teh soda, dan coklat.

5. Kurangi aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat

Meski puasa, Anda dituntut untuk tetap beraktivitas seperti biasa.

Akan tetapi, sebisa mungkin Anda harus menghindari aktivitas berat, apalagi di bawah sinar matahari langsung.

Jika Anda ingin berolahraga, sebaiknya lakukan di waktu menjelang buka puasa.

Ini bertujuan agar rasa haus dan lelah bisa segera ‘terbayarkan’ saat waktu berbuka puasa tiba.

Baca juga: Apakah Keramas di Siang Hari Bisa Batalkan Puasa? Ini Hukum dan Tata Cara Menyiram Kepala yang Benar

6. Lebih sering mandi atau membasahi diri

Supaya tidak cepat haus saat puasa, Anda bisa lebih sering mandi atau berendam pakai air dingin.

“Anda juga bisa membasahi diri dengan cuci wajah, pakai face mist, atau kompres air es," ujar dr. Devia.

Namun, hati-hati saat melakukannya agar air tersebut tidak tertelan dan bisa membatalkan puasa Anda.

7. Pasang kipas angin atau AC

Kipas angin atau AC dapat Anda jadikan sebagai media untuk membuat ruangan menjadi lebih sejuk.

Dengan kondisi ruangan yang sejuk, rasa haus pun tidak akan mudah datang.

8. Pakai baju yang berbahan tipis dan berwarna terang

Jika Anda harus beraktivitas di luar rumah, pilihlah pakaian yang berbahan tipis dan mudah menyerap keringat.

Pastikan juga pakaian yang dipilih memiliki warna yang terang atau cerah.

Pasalnya, pakaian berwarna gelap akan lebih mudah 'menyerap' suhu panas matahari sehingga rentan membuat Anda merasa gerah.

(TribunPalu.com/Isti Prasetya)

Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul 8 Cara Mudah Agar Tidak Cepat Haus saat Puasa: Hindari Kafein, Pakai Baju Warna Terang di Luar Rumah

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved