Pengakuan Mantan Kepsek Fobia Jarum Suntik, Selalu Menghindar dan Seumur Hidup Baru 3 Kali Disuntik 

Setelah video dirinya viral saat suntik vaksin Covid-19, H Syamsudin (58), mantan kepala sekolah SDN II Surabaya, Lombok Timur meminta maaf.

Dok. Syamsudin
TAKUT JARUM SUNTIK: Ekspresi Syamsudin yang ketakutan dan memeluk polisi saat akan disuntik vaksin Covid-19, di Puskesmas Lepak, Lombok Timur, Selasa (16/3/2021).  

"Itu pun saya sampai ngamuk-ngamuk dan merusak pagar rumah. Sehingga harus dipegang banyak orang baru bisa disuntik," katanya.

Kedua, saat akan naik haji tahun 2013.

Semua jamaah wajib suntik vaksin meningitis untuk kekebalan tubuh sebelum ke Makkah.

Di sana pun dia teriak ketakutan. Menurut Syamsudin, sekitar 20 orang memegangnya baru bisa disuntik.

"Ada yang pegang kaki, pegang tangan, ada yang pegang kepala baru saya bisa disuntik meningitis," katanya.

"Bagaimana ya, karena perasaan saya takut ya," ujarnya bingung.

Baca juga: Akses Internet Sulit, Banyak Pekerja NTB Belum Dapat Bantuan Kartu Prakerja dan BSU

Setelah melihat tubuhnya lemas, baru teman-temannya sadar memang Syamsudin tidak pura-pura.

"Kemudian yang ketiga saat suntik vaksin ini," katanya.

Ia tidak bisa menjelaskan kenapa dirinya bisa seperti itu.

Jika dibilang trauma jarum suntik pun tidak. Karena dia jarang disuntik.

Memang ada bekas suntik cacar di tubuhnya, tetapi dia tidak ingat kapan pernah disuntik.

"Saya tidak takut sebenarnya. Cuma begitu dekat jarum suntik langsung penglihatan saya berkunang-kunang terus gelap," katanya.

Bila sakit pun Syamsudin selalu mencari cara agar tidak disuntik.

Ketika dibawa ke rumah sakit, dia pasti keluar, entah menbeli bakso atau lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved