Breaking News:

PBH Mangandar Pertanyakan Perlakuan Istimewa Tersangka Pencabulan Anak Kandung

Pusat Bantuan Hukum (PBH) Mangandar mempertanyakan perlakuan istimewa aparat terhadap AA, mantan anggota DPRD NTB tersangka pelecehan anak kandung

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Yan Mangandar, pendamping hukum dari BKBH Universitas Mataram 

AA telah menyampaikan surat keterangan kesehatan dari rumah sakit, dia mengidap penyakit paru-paru kronis.

Baca juga: Lecehkan Anak Kandung, Keluarga Minta Eks Anggota DPRD NTB Dikebiri

Dokter menyarankan AA harus berada di tempat bersih, tidak berdebu, dan makanan tidak boleh sembarangan.

”Makanya lebih baik diserahkan kepada keluarga, tetapi tetap wajib lapor,” ujarnya.

Terkait kemungkinan diselesaikan melalui jalur restorative justice, Kadek Budi belum berani memastikan.

”Nanti kita lihat perkembangan berikutnya, kita juga belum dapat masukan dari teman-teman kejaksaan,” katanya.

Proses penyidikan terhadap kasus AA, menurut Kadek masih berjalan normal. Hanya saja proses penyidikan sedikit terhambat karena pihak pelapor justru ingin mencabut laporannya. Mereka juga tidak ingin ikut dalam proses selanjutnya.  

”Terus sempat kita ajak mereka rekonstruksi, mereka tidak mau rekonstruksi,” katanya.

Pihak pelapor juga telah menyampaikan, jika kasus tersebut lanjut sampai persidangan, mereka tidak mau hadir.

”Sehingga itu menjadi situasi yang harus kita pikirkan bersama,” katanya.

Kepolisian sampai saat ini belum pernah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved