Breaking News:

Pelabuhan Tikus Rugikan Daerah, Pemprov NTB Minta Bakamla Tidak Mudah Beri Izin Kapal Cepat

Banyaknya pelabuhan tikus di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) merugikan daerah. Pelabuhan itu dimanfaatkan para agen perjalanan wisata luar daerah.

Dok. Diskominfotik NTB
PELABUHAN TIKUS: Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi (tiga dari kanan) menyampaikan aspirasi daerah ke Tim Bakamla RI, di ruang pertemuan Sekda NTB, Rabu (17/3/2021).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Banyaknya pelabuhan tikus di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) merugikan daerah.

Pelabuhan-pelabuhan itu dimanfaatkan para agen perjalanan wisata luar daerah.

Mereka langsung membawa wisatawan dan menjual Lombok sebagai destinasi wisata. Tapi tidak memberi kontribusi langsung ke daerah.

Selain menyebabkan daerah kehilangan pendapatan, juga rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Karena itu, Pemprov NTB meminta kepada Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memperhatikan masalah tersebut.

"Kami meminta Bakamla tidak terlalu mudah memberi izin fastboat yang membawa wisatawan dari Bali memasuki perairan Lombok," kata Gita, dalam pertemuan, di ruang Sekda NTB, Rabu (17/3/2021).

Ia juga meminta Angkatan Laut merekrut anggota dari daerah sebagai personel coastguard.

Baca juga: Upaya Pulihkan Pariwisata, 240 Pekerja Hotel dan Restoran NTB Suntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Restorative Justice Kasus Pencabulan oleh Mantan DPRD NTB

Baca juga: Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Wagub NTB: Saya Baik-Baik Saja, Tetap Bekerja dari Rumah

"Karena mereka lebih memahami lingkungannya dan sudah memiliki kemampuan maritime yang natural," harapnya.

Sementara itu, Kasubdit Perumusan Kebijakan Bakamla RI Kolonel Bakamla Gontri Nopel mengatakan, semua masukan dari daerah akan menjadi bahan pertimbangan untuk disampaikan ke presiden.

Dari isu-isu tersebut, diharapkan akan lahir kebijakan keamanan laut yang komprehensif.

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved