Breaking News:

Mantan DPRD NTB Lecehkan Anak Kandung, Pengacara Korban Dorong Selesaikan Lewat Restorative Justice

Tim kuasa hukum korban pelecehan seksual oleh ayah kandung mendorong penyelesaian perkara melalui jalur 'restorative justice'

TribunLombok.com/Sirtupillaili
KASUS PENCABULAN: Asmuni, ketua tim kuasa hukum korban pelecehan seksual memberi keterangan pers, Rabu (17/3/2021). 

"Mereka sepakat mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi. Serta kedua pihak sudah saling memaafkan," katanya. 

Sementara terkait penangguhan penahanan dan penghentian penyidikan, bagi Asmuni itu kewenangan kepolisian. 

"Kami tidak mencampuri kewenangan penegak hukum sepanjang baik bagi pelapor dan terlapor," katanya. 

Demikian pula, setelah laporan dicabut. Dia menyerahkan proses penyelesaian selanjutnya kepada aparat penegak hukum. 

Apakah akan mengambil kebijakan restorative justice atau melanjutkan perkara tersebut. 

Mereka akan menghormati apa pun keputusan aparat tersebut. 

Tapi bila kasus tersebut diteruskan ke meja persidangan, korban mengaku tidak akan hadir. 

Dengan kata lain, kini bola penanganan kasus tersebut kini berada di tangan aparat.

Baca juga: Cabuli Anak Tetangga, Pria 52 Tahun Menangis Akui Menyesal: Tembak Saja Saya

Di sisi lain, penerapan restorative justice dalam perkara tersebut ditentang sejumlah lembaga dan aktivis anak. 

Mereka mendesak kepolisian menyelesaikan perkara tersebut sampai tuntas. 

Supaya para pelaku pelecehan seksual mendapatkan hukuman dan efek jera. 

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved