Breaking News:

Tiga Desakan Aktivis dalam Kasus Ibu-ibu Lempar Pabrik Tembakau di Lombok

Para aktivis mengeluarkan tiga desakan kepada pemerintah daerah atas kasus ibu ibu lempar pabrik tembakau

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TribunLombok.com/Sirtupillaili
PEREMPUAN: Para aktivis perempuan beraksi di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Praya, saat sidang putusan sela kasus 4 ibu rumah tangga, Senin (1/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Setelah ibu-ibu pelempar pabrik tembakau Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah dibebaskan, sejumlah lembaga meminta pemerintah serius menangani konflik perusahaan dan warga.

Lembaga Perlindungan Anak Desa (LPAD) Wajageseng, Relawan Sahabat Anak, Kontras, Laboratorium Hukum Universitas Mataram, dan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Mangandar mengeluarkan tiga desakan kepada pemerintah daerah.

Yan Mangandar Putra, dari PBH Mangandar menyebutkan tiga hal penting harus dilakukan saat ini. 

Pertama, mendesak Pemda Lombok Tengah melalui dinas lingkungan hidup melakukan audit kualitas udara dan lingkungan di Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng.

Kedua, meminta Dinas Kesehatan Lombok Tengah mengecek ulang kondisi kesehatan warga terdampak polusi udara dari  kegiatan pabrik.

Baca juga: 4 Ibu Rumah Tangga Bebas Dakwaan, Suami: Ini Pelajaran, Hukum Jangan Tajam ke Bawah Saja

"Ketiga, kami menuntut pertanggungjawaban UD Mawar Putra untuk segera melakukan pemulihan,” kata Yan Mangandar, Rabu (3/3/2021).

Pemulihan dilakukan dengan menghentikan sumber pencemaran di lingkungan tersebut.

Membersihkan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, dan restorasi.

Hal ini sesuai dengan Pasal 54, Undang-Undang Nomo 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved