Breaking News:

Bocah 10 Tahun Tewas karena Kekerasan Seksual, Polisi Tangkap Kakak Ipar Korban

Terduga pelaku dugaan pemerkosaan bocah 10 tahun di Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima  akhirnya ditangkap Polres Bima Kota. 

Dok. Polres Bima Kota
DIAMANATKAN: Polres Bima Kota mengamankan terduga pelaku pemerkosaan anak 10 tahun, Rabu (24/2/2021).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Terduga pelaku dugaan pemerkosaan bocah 10 tahun di Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima  akhirnya ditangkap Polres Bima Kota. 

Pelaku berinisial AR (29), warga Kelurahan Dara digiring petugas ke markas Polres Bima Kota, di hari kasus itu mencuat, Rabu (24/2/2021), pukul 16.30 wita. 

Pelaku rupanya merupakan keluarga dekat korban. 

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono dalam keterangan persnya menjelaskan, terduga pelaku segera ditangkap untuk mengantisipasi aksi main hakim sendiri pihak keluarga. 

Awalnya AR diamankan ke Polsek Rasanae Barat. 

Tapi untuk mengindari aksi massa, AR langsung dibawa ke markas Polres Bima Kota. 

DIAMANATKAN: Polres Bima Kota mengamankan terduga pelaku pemerkosaan anak 10 tahun, Rabu (24/2/2021).
DIAMANATKAN: Polres Bima Kota mengamankan terduga pelaku pemerkosaan anak 10 tahun, Rabu (24/2/2021). (Dok. Polres Bima Kota)

"AR sendiri mengaku takut karena sesaat sebelum korban meninggal, namanya sempat disebut oleh korban," kata Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono, Kamis (26/2/2021). 

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, AR sekarang sedang berada di ruangan Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota. 

Baca juga: Curi Laptop Sekolah, Pelajar Bersama 3 Pemuda Bima Diringkus Polisi

Baca juga: Dinkes Tak Temukan Pencemaran di Lingkar Pabrik Tembakau, Soroti Kandang Bebek Dekat Rumah Warga

Baca juga: Sidang Pelemparan Pabrik Tembakau, Ibu-ibu: Kami Sudah Lelah

"Untuk mempercepat proses pembuktian kasus tersebut, tim kami sedang melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan mengumpulkan alat bukti," ungkapnya. 

Hingga sekarang 3 orang saksi sudah diperiksa.

Mereka semuanya warga Kelurahan Dara. 

Rencana penyidik akan memanggil saksi lain lagi. 

"AR merupakan kakak ipar korban," ungkapnya. 

Sementara barang bukti sudah diamankan adalah pakaian korban saat masuk rumah sakit.

Penyidik juga akan mengambil hasil visum dari Puskesmas Paruga. 

Di tempat terpisah Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengimbau keluarga korban tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

"Percayakan pada polisi yang memproses kasus tersebut hingga tuntas," ujarnya.

Sebagai catatan, terduga AR sering melakukan perbuatan serupa, namun berhasil dimediasi warga. 

(*) 

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved