Breaking News:

Jaksa Dinilai Tidak Cermat, Kuasa Hukum Minta 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah Bebas Demi Hukum

Empat ibu-ibu terdakwa kasus pelemparan pabrik tembakau di Lombok Tengah, melalui kuasa hukum menyampaikan eksepsi.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
SIDANG: Empat ibu rumah tangga yang jadi terdakwa hadir dalam sidang lanjutan di PN Praya, Kamis (25/2/2021). 

Majelis hakim, kata Mangandar, bisa menilai apakah kerugian dialami pelapor mencapai Rp 4,5 juta.

”Serta apakah akibat penyoknya atap gudang tembakau berakibat pada terganggunya ketertiban umum?” kata Mangandar.

Begitu pun mengenai foto bukti kwitansi kerugian pelapor senilai Rp 4,5 juta.

”Itu menunjukkan ketidakcermatan penunut umum dalam menilai kerugian,” katanya.

Sidang Diskors

Usai persidangan, Ali Usman Ahim mengatakan, mereka akan tetap berjuang agar para ibu rumah tangga itu mendapatkan keadilan.

”Sejatinya hukum disusun untuk menghadirkan kemanfaatan, bukan melanggengkan penindasan,” katanya.

Mereka optimis para ibu-ibu tersebut akan mendapatkan keadilan.

Baca juga: Mobil Terseret Air Bah hingga 12 Km, Mantan Kades di Sumbawa Hanyut dan Hilang

”Majelis hakim bisa menilai secara objektif menilai pokok-pokok eksepsi kami,” katanaya.

Sehingga majelis hakim pada putusan selanya menerima eksepsi tim hukum terdakwa.

Terlebih dalam penanganan kasus tersebut, banyak sekali hak-hak terdakwa yang tidak dipenuhi.

”Pasal 170 KUHP yang dikenakan sangat berlebihan. Itu rumusan untuk ketertiban umum,” katanya.

Mereka mempertanyakan, apakah spandek yang penyok mengganggu ketertiban umum.

Apakah gudang tersebut objek vital, bila rusak bisa mengganggu ketertiban umum.

”Sebab ancaman pasal ini tidak main-main, 5 tahun 6 bulan,” katanya.

Sementara itu, Abdul Haris, selaku jaksa penuntut umum belum mau berkomentar ke media.

Mereka akan membalas semua bantahan di sidang selanjutnya, dengan agenda pembacaan jawaban eksepsi.

”Kami sudah ini (buat), nanti dalam tanggapan eksepsi kami uraikan,” katanya.

Karena jaksa penuntut umum tidak memberikan tanggapan langsung.

Ketua Majelis Hakim Asri SH menskors sidang.

Sidang rencananya dilanjutan kembali Jumat (26/2/2021) pagi.

Agendanya mendengar tanggapan jaksa penutut umum atas eksepsi tim hukum terdakwa.

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved