Breaking News:

Jaksa Dinilai Tidak Cermat, Kuasa Hukum Minta 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah Bebas Demi Hukum

Empat ibu-ibu terdakwa kasus pelemparan pabrik tembakau di Lombok Tengah, melalui kuasa hukum menyampaikan eksepsi.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
SIDANG: Empat ibu rumah tangga yang jadi terdakwa hadir dalam sidang lanjutan di PN Praya, Kamis (25/2/2021). 

Yan Mangandar, kuasa hukum lainnya, dalam pembacaan eksepsi memaparkan, setalah mencermati surat dakwaan jaksa penuntut umum.

Para terdakwa sesungguhnya tidak memahami mereka dituduh melakukan tindak pidana mengganggu ketertiban umum.

Di satu sisi, dalil atas tuduhan itu tidak jelas.

Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus 4 Ibu-ibu di Lombok, Tetangga dan Keluarga Datang Beri Dukungan Moril

Apakah pelemparan terhadap pabrik UD Mawar Putra masuk mengganggu ketertiban umum atau tidak.

“Hal ini sangatlah kabur. Sehingga bagi para terdakwa melalui penasehat hukumnya menjadi kebingungan atas formulasi yang dibangun jaksa,” tegasnya.

Dalam kasus tersebut, tampak jika formulasi delik tidak dirumuskan dengan jelas.

Jaksa juga mencampuradukkan konspesi penalaran pasal 170 ayat (1) KUHP dengan pasal 406 KUHP.

Ini berdampak pada obscuur libel-nya surat dakwaan jaksa.

”Sehingga secara nyata tidak memenuhi syarat materil,” tegas Yan Mangandar.

Sehingga pasal 170 ayat 1 yang disangkakan sangat berlebihan.  

Halaman
1234
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved