Breaking News:

Kasus 4 Ibu Ditahan di Lombok, Aktivis Perempuan Minta Warga Lingkar Pabrik Diperhatikan

Setelah penahanan empat ibu-ibu di Lombok Tengah ditangguhkan Pengadilan Negeri (PN) Praya, aktivis perempuan angkat suara

Dok. LARD NTB
Direktur Eksekutif LARD NTB Mahmudah Kalla bicara mengenai kasus penahanan kasus ibu-ibu dan pabrik UD Mawar Putra 

Padahal selama ini aktivitas pabriknya berjalan lancar, tanpa ada protes warga.

Terkait bau menyengat yang dikeluhkan warga, banyak pihak yang sudah turun tetapi tidak mencium bau tembakau yang dikeluhkan warga.

TEMBAKAU: H Ahmad Suardi, pemilik UD Mawar Putra menunjukkan tembakau rajangan kering yang diproduksi dalam bentuk kemasan kecil, Sabtu (20/2/2021).  
TEMBAKAU: H Ahmad Suardi, pemilik UD Mawar Putra menunjukkan tembakau rajangan kering yang diproduksi dalam bentuk kemasan kecil, Sabtu (20/2/2021).   (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

Bahkan, jika ada warga yang mengaku kesehatannya terganggu karena usahanya, dia siap membantu pengobatannya.

Usaha UD Mawar Putra, kata Suardi, hanya pengolahan tembakau kering yang dibeli dari petani.

Tembakau itu kemudian diolah sebelum dikemas untuk dijual ke luar daerah.

Rokok atau tembaku Lombok buatannya cukup laris dan diminati di luar daerah.

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved