Breaking News:

Kasus 4 Ibu Ditahan di Lombok, Aktivis Perempuan Minta Warga Lingkar Pabrik Diperhatikan

Setelah penahanan empat ibu-ibu di Lombok Tengah ditangguhkan Pengadilan Negeri (PN) Praya, aktivis perempuan angkat suara

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Dok. LARD NTB
Direktur Eksekutif LARD NTB Mahmudah Kalla bicara mengenai kasus penahanan kasus ibu-ibu dan pabrik UD Mawar Putra 

Laporan Wartwan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Setelah penahanan empat ibu-ibu di Lombok Tengah ditangguhkan Pengadilan Negeri (PN) Praya, aktivis perempuan angkat suara.

Para aktivis yang selama ini mengawal kasus tersebut berharap, penanganan tidak selesai sampai penangguhan penahanan.

”Kami berharap pak gubernur dan para pihak terkait tetap melakukan pengawasan terhadap perusahaan,” kata Direktur Eksekutif LARD NTB Mahmudah Kalla, pada TribunLombok.com, Rabu (23/2/2021).

Tidak kalah pentingnya, kondisi masyarakat di sekitar pabrik juga harus benar-benar diperhatikan.

Baca juga: Akhir Cerita Suami Curi HP Istri: Sepakat Damai, Uang Hasil Penjualan HP Diberikan ke Istri  

Menurutnya, masyarakat di Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang terdampak langsung limbah yang menganggu kesehatan warga.

Tonton Juga :

”Terutama kesehatan anak-anak dan para orang tua, serta para pekerja,” ujarnya.

Baca juga: Pegang Kabel Alat Cukur, Bocah asal Dompu Tewas Tersengat Listrik di Samping Ayahnya

Temuan mereka, perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2007.

Artinya sudah masuk puluhan tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved