Penahanan Ditangguhkan, Ibu-ibu : Alhamdulillah, Bahagia Bisa Keluar dari Tahanan

Setelah penahanan ditangguhkan, keempat ibu rumah tangga asal Desa Wajageseng, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat sangat bersyukur

Dok. Idham
BEBAS SEMENTARA: Martini (jilbab biru) menjawab pertanyaan wartawan usai persidangan di PN Praya, Senin (22/2/2021). 

Selain memikirkan anak di dalam penjara, mereka juga harus menjaga psikologi anak mereka yang terus menanyakan keberadaan sang ibu.

Tidak heran, kepulangan para ibu-ibu tersebut disambut haru keluarga dan warga di Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng.

Warga ramai menyambut kepulangan empat orang itu.

Baca juga: Kepulangan 4 Ibu-ibu Disambut Haru Keluarga, Penahanan Akhirnya Ditangguhkan

Kini, mereka harus menyiapkan diri untuk proses persidangan selanjutnya.

Yan Mangandar, kuasa hukum para ibu mengatakan, penangguhan penahanan dikabulkan dengan beberapa ketentuan.

Antara lain, mereka sanggup tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan lari, tidak mengulangi perbuatannya, dan akan hadir pada setiap jadwal persidangan.

Penangguhan penahanan dikabulkan setelah mendapat jaminan dari Pemprov NTB, kepala desa, para suami, dan kuasa hukum.

”Kami berterima kasih kepada pak gubernur dan komisi III DPR, pemerintah daerah, dan masyarakat luas yang sudah memberikan suport-nya,” kata Yan Mangandar.

Baca juga: Cerita Anak Lumpuh Tinggal di Dekat Pabrik, Rindu sang Ibu, Sesak dan Sakit Dada saat Makan  

Penangguhan penahahan sangat penting, selain untuk kebebasan ibu-ibu, juga paling penting demi anak-anak mereka.

”Minimal anak mereka tidak sakit secara mental (psikologis) karena dijauhkan dari ibunya,” tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved