VIRAL 4 Ibu-ibu Dipenjara karena Lempar Pabrik, Polda NTB: Polisi Tidak Lakukan Penahanan

Viralnya kasus penahanan empat ibu rumah tangga yang melempar pabrik tembakau di Lombok Tengah mendapat atensi Polda NTB

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Viralnya kasus penahanan empat ibu rumah tangga yang melempar pabrik tembakau di Lombok Tengah mendapat atensi Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengaku tidak ingin kasus tersebut menjadi bola liar.

Ia menjelaskan, pihak Polres Lombok Tengah yang menerima laporan perusakan melakukan proses hukum sesuai prosedur.

Baca juga: Cerita Anak Lumpuh Tinggal di Dekat Pabrik, Rindu sang Ibu, Sesak dan Sakit Dada saat Makan  

Keempat ibu-ibu tersebut disangkakan dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukumannya 5 tahun 6 bulan penara.  

“Polres Lombok Tengah melakukan lebih dari dua kali mediasi untuk penyelesaiannya, namun kedua belah pihak tidak menemukan kesepakatan,” kata Kombes Pol Artanto, dalam keterangan pers, Sabtu (20/2/2021).

Kemudian penyidik melanjutkan proses penyidikan sesuai prosedur hukum.

Baca juga: Penahanan 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah Dinilai Berlebihan, Tim Hukum Temukan Kejanggalan  

“Selama proses itu (penyelidikan dan penyidikan) polisi tidak melakukan penahanan,” tegasnya.

Sehingga Polres Lombok Tengah melanjutkan laporan menjadi berkas perkara.

Setelah dinyatakan P21 (lengkap) berkas tersebut dilimpahkan penanganannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya.

“Jadi, saya tegaskan tidak ada penahanan selama proses hukum yang dilakukan Polres Lombok Tengah,” ujarnya.

Empat ibu rumah tangga yang ditahan di Rutan Praya adalah Nurul Hidayah (38), Martini (22), Fatimah (38), dan Hultiah (40).

Mereka merupakan warga Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kabupaten Lombok Tengah.

Mereka dilaporkan PT Mawar Putra karena melakukan pelemparan terhadap pabrik tembakau di dusun tersebut.

Selain empat ibu tersebut, dua balita yang masih membutuhkan air susu ibu  ikut serta masuk dalam sel tahanan.   

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved