Breaking News:

Pabrik Tidak Rusak Parah, Ini Alasan Pemilik UD Mawar Penjarakan 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah

Ahmad Suardi, pemilik UD Mawar Putra yang dikonfirmasi menjelaskan, aksi pelemparan itu membuat buruh pabrik tidak nyaman dan ketakutan.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
TEMBAKAU: H Ahmad Suardi, pemilik UD Mawar Putra menunjukkan tembakau rajangan kering yang diproduksi dalam bentuk kemasan kecil, Sabtu (20/2/2021).   

Tapi menurut Suardi, warga justru tidak mau menunjukkan niat baik menyelesaikan secara damai.

Sekarang, permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara damai atau tidak diserahkan ke warga.

”Tergantung mereka, kalau mereka mau bertahan, bagaimana? masa saya sendiri,” katanya.

Mediasi di DPRD Lombok Tengah pun pernah dilakukan, dia akan sangat senang karena bisa menyelesaikan persoalan itu dengan baik.  

Kemudian di kantor Polsek Praya Tengah, saat mediasi, warga hanya meminta perusahaan ditutup.

Tapi permintaan itu terlalu berat bagi dirinya. Karena hanya akan merugikan usahanya.

Padahal yang bekerja di pabrik itu juga sebagian besar merupakan penduduk setempat.

Pabrik Sudah Berizin

Terkait lokasi pabrik yang berdekatan dengan permukiman warga, Suardi menjelaskan, semua izin usaha sudah diurusnya.

Kalau tanpa izin, tidak mungkin dia berani beroperasi,

Pemerintah sudah turun mengecek dan dianggap tidak masalah.

Tembakau yang diproduksi pun sudah punya cukai resmi. ehingga usahanya benar-benar legal dari hulu ke hilir.  

”Ini hanya usaha pengolahan tembakau, tidak ada limbahnya, cuma tembakau kering biasa saja yang dibungkus,” katanya.

Karena itu, Suardi sendiri merasa heran kenapa warga akhir-akhir ini memprotes usahanya.

Sejak berdiri tahun 2013, pabriknya tidak pernah mendapat penolakan warga.

Kok baru sekarang ada komplain tahun 2020,” katanya.

Dia merasa usahanya tidak menimbulkan kerusakan lingkungan atau limbah.

Meski demikian, dia tidak mau membeberkan proses produksi tembaku iris atau rokoknya kepada wartawan.

Menurutnya, hal itu merupakan rahasia dapur perusahaan.

Tembakau-tembakau rajangan kering yang dibeli dari petani diolah dalam bentuk kemasan kecil.

Produk itu kemudian dia kirim ke beberapa daerah seperti Surabaya.

Di luar daerah, tembakau ini dikenal dengan nama tembakau kiss Lombok.

Usahanya cukup lancar karena tembakau kiss Lombok sangat diminati di pasaran.  

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved