Breaking News:

Kasus Dugaan Perusakan Pabrik Tembakau: Kejari Lombok Tengah Bantah Tahan Anak-anak

Kajari) Lombok Tengah Otto Sompotan membantah pihaknya menahan anak-anak dalam kasus dugaan pengerusakan pabrik tembakau

Dok. Komisi IV DPRD Loteng
DITAHAN: Empat orang ibu ditahan karena dituduh melakukan pelemparan ke pabrik tembakau di Desa Wajageseng, Lombok Tengah, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Tengah Otto Sompotan membantah pihaknya menahan anak-anak dalam kasus dugaan pengerusakan pabrik tembakau, di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

”Tidak benar kami melakukan penahanan terhadap anak-anak. Itu tidak diperbolehkan,” tegas Otto Sompotan, dikonfirmasi TribunLombok.com melalui sambunga telepon, Sabtu (20/2/2021).

Penahanan hanya boleh dilakukan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana.

”Bukan terhadap anak-anak,” tegasnya.

Pada tahap II, saat proses penyerahan para tersangka dari penyidik kepolisian kepada kejaksaan, tidak ada anak-anak.

Waktu itu, hanya ada empat orang ibu-ibu diserahkan kepada kejaksaan.

”Tidak ada anak-anak di sini,” ujar Otto Sompotan.

Baca juga: 4 Ibu-ibu Beserta 2 Balita Dipenjara karena Dituduh Lempar Pabrik Tembakau di Lombok Tengah

Karena melihat para tersangka merupakan ibu-ibu rumah tangga, Kejari Lombok Tengah pun memberikan hak mereka untuk penangguhan penahanan.

”Silahkan mengajukan permohonan tidak ditahan dengan tanda tangan penjamin,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved