Breaking News:

Kapan Indonesia Jadi Anggota PBB? Ini Sejarah Terbentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa

Indonesia secara resmi menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PPB) dengan suara bulat dari para negara anggota.

(Puspen TNI) (Puspen TNI/Puspen TNI)
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en R?publique D?mocratique du Congo (Monusco) Kolonel Inf Daniel Lumbanraja menerima kunjungan Tentara Nasional Republik Demokratik Kongo atau Force Armees de la Republique Democratique du Congo (FARDC) Komandan Contre Amiral 22 Angkatan Laut Laksamana Pertama Ruvunangiza Changa B., Asops FARDC Brigade 22 Infanteri Kolonel Fasific, dan perwakilan Head of Office of United Nation Kalemie, Kepala Bagian Urusan Politik Leonidas, di Sukarno Camp Kalemie Provinsi Tanganyika Republik Demokratik Kongo, Sabtu (7/3/2020). 

TRIBUNLOMBOK.COM - Indonesia menjadi anggota PBB pada tahun 1950 tepatnya tanggal 28 September.

Indonesia secara resmi menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PPB) dengan suara bulat dari para negara anggota.

Sebelum mempelajari tentang keanggotaan Indonesia di PBB serta alasan keluarnya dari keanggotaan, berikut sejarah terbentuknya PBB.

Dilansir laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan di San Francisco, Amerika Serikat pada 24 Oktober 1945 setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Baca juga: Apa Itu Disintegrasi? Faktor Munculnya Disintegrasi dan Upaya Pencegahannya

Baca juga: Apa Itu Orbit? Berikut Pengertian, Bentuk dan Sejarahnya

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri sesi khusus Sidang Majelis Umum PBB untuk menanggapi Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan secara virtual dari New York tanggal 3-4 Desember 2020.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri sesi khusus Sidang Majelis Umum PBB untuk menanggapi Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan secara virtual dari New York tanggal 3-4 Desember 2020. (Dok. Kemlu)

Sidang Majelis Umum yang pertama baru diselenggarakan pada 10 Januari 1946 di Church House, London yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 51 negara.

Berkat karakteristiknya yang unik, PBB dapat mengambil sikap dan tindakan terhadap berbagai permasalahan di dunia internasional.

PBB juga mampu menyediakan forum bagi negara-negara anggota untuk mengekspresikan pandangan mereka, melalui Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Dewan Hak Asasi Manusia, dan badan-badan serta komite-komite di dalam lingkup PBB.

Ruang lingkup peran PBB mencakup penjaga perdamaian, pencegahan konflik dan bantuan kemanusiaan.

PBB juga menangani berbagai permasalahan mendasar seperti pembangunan berkelanjutan, lingkungan dan perlindungan pengungsi, bantuan bencana, terorisme, perlucutan senjata dan non-proliferasi, mempromosikan demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, pemerintahan, ekonomi dan pembangunan sosial, kesehatan, upaya pembersihan ranjau darat, perluasan produksi pangan dan berbagai hal lainnya.

Per Selasa (16/2/2021) saat ini terdapat 193 negara yang menjadi anggota PBB.

Halaman
1234
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved