NTB

Kurangi Risiko Bencana, Warga Harus Paham Potensi Bencana di Lingkungannya

Dok. Diskominfotik NTB  
Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemahaman memadai tentang bencana sangat penting bagi warga. Terlebih Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki risiko bencana cukup tinggi.

”Salah satu upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah dengan memperkaya informasi tentang kebencanaan,” kata Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah, Jumat (12/2/2021).

Karena itu, Rohmi berharap, masyarakat tetap waspada.

”Salah satu caranya dengan meningkatkan pemahaman dan akses informasi tentang kebencanaan,” katanya.

Dimulai dengan pemahaman tentang potensi bencana di sekitar tempat tinggal.

Kemudian risiko sampai dengan mitigasi mandiri, serta mengetahui pihak berwenang yang dapat dihubungi jika terjadi bencana alam besar.

”Kita harus memiliki sistem yang bagus untuk crisis center sebagai daerah pariwisata,” katanya.

Dengan demikian, jika terjadi bencana, pihak luar mudah menghubungi dan mendapatkan informasi apa yang terjadi.

Tugas pemerintah dalam hal ini memfasilitasi ketersediaan informasi dan edukasi agar masyarakat memproteksi diri lebih dini.

Manfaatkan teknologi informasi yang mudah diakses dan bersifat massal.

Karena itu, dalam rapat koordinasi kebencanaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB di kantor Gubernur NTB, Kamis (11/2/2021), dia meminta jajarannya membangun sistem informasi kebencanaan secara komprehensif dan mudah diakses warga.

Ia mencontohkan, masyarakat di pinggiran hutan harus mengetahui potensi bencana seperti banjir dan longsor.

Masyarakat pesisir pantai yang berpotensi terkena tsunami atau abrasi harus paham apa tindakan jika terjadi bencana.

Daerah itu harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang mitigasi dan jalur evakuasi penyelamatan diri.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Zainal Abidin mengatakan, pihaknya terus menyempurnakan aplikasi Siaga NTB.

Selain informasi tentang kebencanaan disebarkan melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.

"Kami sedang berusaha agar aplikasi ini dapat digunakan semua warga. Salah satu fiturnya, memberi data potensi bencana, mitigasi serta jalur evakuasi", jelas Zainal.

BPBD bekerja sama dengan Diskominfotik NTB terus mengupgrade kemampuan interface dan pengolahan data kebencanaan.

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menjelaskan, pemanfaatan teknologi informasi di era digital terbukti efektif.

Seperti NTB Care, NTB Mal, SIM Posyandu. Targetnya langsung personal karena terpasang di setiap aktivitas warga melalui handphone.

"Terpenting komitmen pengelolaan data dan informasi dari admin yang selalu update, sehingga aplikasi yang dibuat tak sia-sia," pungkasnya.

(*)