Breaking News:

Kepepet Butuh Uang, Buruh Harian Lepas di Mataram Congkel Aki Mobil Orang

RM (37), buruh harian lepas asal Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat mencuri aki

TribunLombok.com/Sirtupillaili
PENCURIAN: Pencuri aki mobil dan penadah barang curian ditangkap Polda NTB.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Kepepet butuh uang,  RM (37), buruh harian lepas asal Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat mencuri aki mobil dump truk.

RM melakukan aksinya, Kamis (7/1/2021), di dua lokasi berbeda.

Pertama di Jalan Raya Ahmad Yani, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya dan kedua di Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram.

RM nekat membongkar baut dan mencongkel dua buah aki mobil dump truk merek GS warna putih hitam.

Setelah itu, RM menjual aki curian tersebut ke penjual barang bekas.

RM mengaku sebagai buruh harian lepas di Pasar Seni Sayang-sayang, Kota Mataram.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengatakan, RM melakukan hal itu karena sedang butuh uang.

Kawasan Senggigi Longsor Lagi, PUPR NTB Sebut Faktor Alam dan Beban Konstruksi Bisa Jadi Pemicu 

Puting Beliung Terjang Lombok Barat, 30 Rumah Warga Rusak, Beberapa Keluarga Mengungsi    

Seorang Wanita Sembunyikan Hasil Diagnosis Positif Covid-19, Seluruh Keluarga Tertular dan Meninggal

"Dia melakukan hal itu karena kepepet, dia bukan spesialis pencurian," kata Hari Barta, didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Jumat (5/2/2021).

Setelah berhasil mencuri dua aki mobil, RM menjualnya ke HD (27), seorang karyawan swasta, asal Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

”Karena membeli barang tersebut akhirnya HD ikut digeret sebagai tersangka penadah barang curian,” katanya.

Akibat perbuatan, mereka pun ditangkap.

Keduanya dikenakan Pasal 363 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 480 KUHP.

Dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda Rp 40 juta. Demikian juga dengan penadah barang curian diancam hukuman maksimal 5 tahun.  

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved