Breaking News:

Korban Pelecehan Ayah Kandung Tutup Pintu Maaf, Eks Politisi PAN Itu Harus Dihukum   

Keluarga WM (17), siswi SMA yang jadi korban pelecehan seksual ayah kandungnya menutup pintu maaf bagi sang ayah, AA (65).

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Dr Asmuni, kuasa hukum keluarga korban pelecehan sekual ayah kandung 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Keluarga WM (17), siswi SMA yang jadi korban pelecehan seksual ayah kandungnya menutup pintu maaf bagi sang ayah, AA (65).

Perbuatan AA, eks politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan anggota DPRD NTB lima periode itu dianggap keterlaluan dan di luar rasa kemanusiaan.  

Dr Asmuni, selaku kuasaha hukum korban mengatakan, keluarga tidak membutuhkan pengakuan tersangka.

Meski AA tetap membantah, namun bukti-bukti hasil pemeriksaan polisi tidak bisa dia bantah.

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap AA, yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

”Bukti-buktinya sudah jelas, tegas, dan terang. Salah satunya adalah visum et repertum, ini yang tidak bisa dibantah,” tegas Asmuni, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Korban Pelecehan Ayah Kandung Masih Trauma, Susah Makan, dan Takut Keluar Rumah

Menurutnya, itu adalah bukti permulaan disamping bukti lain yang telah dikumpulkan penyidik.

”Kami kuasa hukum akan mengawal ini sampai masuk di tahap persidangan,” ujarnya.

Keluarga meminta tersangka harus dihukum seberat-beratnya.

Halaman
12
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved