Breaking News:

Tergiur Untung Besar, Oknum PNS Dinas Kesehatan Lombok Barat Jualan Ekstasi  

Tergiur untung besar, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan Lombok Barat berinisial INA diam-diam jadi pengedar narkotika jenis ekstasi

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Dok. Polresta Mataram
UNGKAP BISNIS EKSTASI: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi SIK (tengah) menunjukkan barang bukti bisnis ekstasi, dalam keterangan pers, di markas Polresta Mataram, Kamis (7/1/2021). 

”Karena ekstasi ini kan dinikmati sambil mendengarkan suara musik yang keras,’’ tutur Heri.

Tergiur

UNGKAP BISNIS EKSTASI: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi SIK (tengah) menunjukkan barang bukti bisnis ekstasi, dalam keterangan pers, di markas Polresta Mataram, Kamis (7/1/2021).
UNGKAP BISNIS EKSTASI: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi SIK (tengah) menunjukkan barang bukti bisnis ekstasi, dalam keterangan pers, di markas Polresta Mataram, Kamis (7/1/2021). (Dok. Polresta Mataram)

Sebagai PNS, INA diduga tergiur dengan keuntungan menjual ekstasi.

”Satu butir ekstasi dijual Rp 600 ribu. Tergiur dia dengan keuntungannya,” beber kapolresta.

Pihaknya masih mendalami berapa lama INA terlibat dalam dibisnis narkotika.

Baca juga: Sita 4,2 Kilogram Sabu, Polresta Mataram Ungkap Pencucian Uang Hasil Bisnis Narkoba 

INA berusaha menutupi bisnis haramnya dengan cara sangat rapi.

Dia tidak sembarangan menerima pembeli.

Satu pembeli maksimal boleh membeli 10 butir.

”Kita juga harus melakukan undercover buy,” jelasnya.

Dengan perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

”Dia terancam hukuman di atas 4 tahun penjara,” tandas Heri.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved