Breaking News:

Dua Sejoli Tersangka Aborsi di Mataram akhirnya Menikah di Kantor Polisi

Sepasang kekasih berinisial AP (21 tahun) dan HS (19 tahun), tersangka kasus tindak pidana aborsi menikah di Mapolresta Mataram.

Dok. Polresta Mataram
MENIKAH: Dua tersangka kasus aborsi HS dan AP melangsungkan pernikahan di markas Polresta Mataram, Kamis (24/12/2020). 

Dengan pergaulan yang cukup bebas. AP tidak menyangka dirinya sudah hamil 6 bulan.

Belum siap menerima buah cintanya, mereka sepakat  menggugurkan kandungan dengan membeli obat aborsi melalui situs online.

‘’Beli obatnya dari online. Dikasi tahu sama temannya dari Sumbawa.

Jenis obatnya sekarang masih didalami. Harganya Rp 1 juta per tablet, sehingga mereka menghabiskan Rp 4 juta untuk 4 tablet.

Kadek menjelaskan, keduanya menggurkan kandungan karena panik dan takut diketahui orang tua masing-masing.

‘’Alasannya seperti itu. Ini karena takut,’’ tegasnya.

Dengan perbuatannya, kedua sejoli itu terancam dijerat Pasal 77 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved